Internet Gratis ala Facebook Ramai-ramai Ditolak

rsz_internetorg

Facebook meluncurkan inisiatif internet.org di berbagai negara. Internet.org adalah inisiasi yang diprakarsai CEO Facebook Mark Zuckerberg‎ khususnya untuk menyediakan akses internet ke daerah-daerah terpencil yang belum terjamah.

Tapi program tersebut banyak dikritik karena berbagai alasan. Bahkan berbagai lembaga pengawas internet dari banyak negara termasuk Indonesia, berinisatif mengirim surat pada Zuckerberg agar menghentikan internet.org.

Dari Indonesia, lembaga pengawas internet yang turut serta adalah ICT Watch. Lembaga lain yang turut bergabung seperti Digital Rights Foundation dari Pakistan, Digitale Gesellschaft dari Jerman, Bits of Freedom yang berbasis di Belanda dan Future of Music Coalition asal Amerika Serikat.

Apa alasan penolakan terhadap internet.org? Yang menjadi keberatan utama adalah internet.org dianggap melanggar net neutrality atau internet netral. Prinsipnya, net neutrality adalah penyelenggara jaringan diharapkan memperlakukan semua konten di internet dengan netral dan sama, tidak melakukan diskriminasi.

Nah, pada program internet.org, masyarakat hanya bisa mengakses beberapa situs saja yang telah ditentukan. Padahal seharusnya menurut mereka, semua situs diperlakukan secara sama dan adil, dengan mendapatkan kesempatan yang sama pula.

“Internet.org melanggar prinsip dari net neutrality, mengancam kebebasan berekspresi, kesamaan dalam kesempatan, sekuriti, privasi dan inovasi,” demikian bunyi surat terbuka pada Zuckerberg.

“Lebih lanjut, kami mengkhawatirkan internet.org telah dipasarkan secara tidak tepat untuk menyediakan akses pada internet, ketika faktanya program ini hanya menyediakan akses pada layanan internet dengan jumlah terbatas yang disetujui Facebook serta ISP lokal,” tambah mereka.

Di Indonesia, internet.org sudah diluncurkan Facebook bekerja sama dengan operator Indosat. Memang layanan ini digembar gemborkan Facebook sebagai cara untuk menyediakan akses internet bagi lebih banyak orang.

Sumber: DetikInet