Kejahatan Cyber Lebih Menguntungkan daripada Perdagangan Obat-obatan

keyboard_computer_1927001b

Pelaku kejahatan internasional terorganisir kini makin meninggalkan perdagangan narkoba dan kejahatan berisiko tinggi lainnya dan lebih fokus kepada cybercrime. Di Inggris, lebih dari 25% dari semua penjahat terorganisir sekarang terlibat dalam beberapa bentuk kejahatan keuangan yang bisa menghasilkan keuntungan puluhan miliar pound setiap tahun.

Menurut Adrian Leppard, Komisaris Kepolisian Kota London mayoritas penipuan online dilakukan oleh geng luar negeri dan korban sering tidak mau melaporkan hal tersebut sehingga lembaga penegak hukum menemukan kesulitan (untuk menangkap) bahkan untuk hanya sekadar menilai skala masalah.

Ia memperingatkan bahwa banyak orang yang menggunakan internet setiap hari untuk berbelanja atau melakukan transaksi perbankan mereka, namun sayangnya sering tidak menyadari para penjahat cyber mengeksploitasi mereka. Ia memperkirakan bahwa sebanyak 80 persen dari kejahatan cyber tidak dilaporkan sehingga meskipun hal ini merupakan masalah besar, kepolisian tidak dapat menempatkan skala atas kejahatan tersebut dan itu adalah salah satu tantangan terbesar.

Menurutnya cybercrime menarik bagi para penjahat terorganisir karena hal tersebut memiliki risiko rendah, tetapi dengan hasil tinggi. Oleh karena kejahatan terorganisir dimotivasi oleh uang, apapun kegiatan kriminal yang memberikan uang paling banyak, ke sanalah para penjahat akan pergi.

Ia memperkirakan bahwa sekitar 25 persen dari kelompok kejahatan terorganisir di Inggris sekarang terlibat dalam kejahatan keuangan dalam satu atau bentuk lain. Kemungkinan ada ratusan miliar pound uang dicuci di seluruh dunia sebagai akibat dari penipuan dan cybercrime.

Ia mengakui bahwa masalah tersebut memerlukan pendekatan polisi yang berbeda, namun mengatakan dalam menghadapi masalah ini masyarakat dan bisnis harus memainkan peran lebih besar dalam melindungi diri mereka sendiri.

Sumber: The Telegraph