Memahami Sexting Remaja dari Akronim

teenage-girls-using-computer

Salah satu ketakutan terbesar anak remaja adalah apabila yang mereka lakukan melalui smartphone mereka diketahui oleh orang tua. Untuk memastikan hal ini, mereka sering menggunakan akronim yang tidak jarang merupakan kata-kata slang yang hanya mereka yang mengetahuinya. Untuk bisa mengetahui hal ini tentu saja orang tua harus bisa memahami apa akronim tersebut dan merujuk ke aktivitas apa saja akronim tersebut.

Di Inggris baru-baru ini sebuah buku yang bertujuan membantu orang tua memahami akronim yang sering digunakan remaja untuk sexting dan berbagi konten porno diterbitkan. Buku tersebut merupakan pedoman baru dan menawarkan orang tua sekilas ke dalam dunia teks dan dunia berbicara remaja dalam upaya membantu mencegah anak-anak mendapatkan masalah karena sexting atau melihat pornografi ilegal.

Panduan keamanan internet ini membantu orang dewasa melakukan decode bahasa teknologi online, termasuk beberapa jargon yang digunakan oleh anak-anak dalam upaya menghindari pengawasan orang tua mereka.

Misalnya, panduan tersebut menjelaskan bahwa akronim PIR adalah singkatan dari parent in room yang digunakan untuk menunjukkan ketika seorang anak tidak dapat berbicara secara terbuka kepada teman-teman mereka karena kehadiran orang dewasa. Demikian pula dengan akronim POS berarti parent over my shoulder.

Buku panduan yang diterbitkan oleh Lucy Faithfull Foundation tersebut menekankan pentingnya orang tua membiasakan diri dengan teknologi, aplikasi dan situs yang digunakan anak-anak.

Menurut Tom Squire, dari Lucy Faithfull Foundation, terkadang anak remaja ingin melakukan hal-hal yang mereka tidak ingin orang tua mereka tahu. Hal ini memaksa mereka menggunakan bahasa yang hanya mereka yang memahaminya. Buku panduan ini berupaya untuk memberikan orang tua kepercayaan diri untuk terlibat dengan anak-anak mereka tentang subyek tersebut dan melakukan percakapan dengan mereka.

Hal yang menggembirakan adalah buku panduang ini tersedia gratis. Anda dapat mendownload buku ersebut dalam bentuk PDF di link di bawah ini.

Sumber: The TelegraphWhat’s the Problem