Militer AS Uji Coba Teknologi Navigasi Terbaru

rsz_gps-tracking

Militer AS sedang menguji teknologi navigasi terbaru yang dikembangkan di Inggris dengan harapan bahwa terknologi tersebut bisa mencegah penjahat membajak kapal dengan serangan GPS jamming.

Sebagaimanan diketahui, GPS adalah teknologi positioning yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, dengan penggunaan yang luas mulai dari militer hingga aplikasi sipil dan komersial, Akan tetapi teknologi ini secara luas diakui rentan terhadap serangan.

Sinyal GPS sangat samar dan tidak perlu banyak usaha untuk mengacaukan alat penerima GPS dengan sinyal radio yang lebih kuat. Hal ini membuatnya relatif mudah bagi siapa saja dengan menggunakan GPS jammer mengacaukan sinyal GPS sehingga alat penerima tidak dapat mendeteksi sinyal GPS.

Beberapa penjahat membajak truk yang berisi barang-barang bernilai tinggi dengan cara mengacaukan  sinyal ponsel dan GPS sehingga pengemudi tidak tahu di mana ia berada dan tidak bisa meminta bantuan.

Dengan kelemahan tersebut tentu saja dibutuhkan teknologi yang lebih baru dan lebih kuat terhadap serangan. Untuk itulah US Department of Homeland Security dan US Coastguard mulai menguji teknologi navigasi baru yang disebut eLoran (enhanced Long Range Navigation) yang memungkinkan kapal dan pesawat untuk menentukan posisi dan kecepatan mereka dengan cara:

triangulating low-frequency radio signals transmitted by radio beacons on the shore.

Sinyal eLoran lebih tahan terhadap jamming dibandingkan dengan sinyal GPS karena mereka sekitar satu juta kali lebih kuat dan beacon juga lebih dekat ke penerima dibandingkan dengan satelit. Ini berarti bahwa jammer harus memancarkan sinyal yang sangat kuat untuk meredam eLoran.

Militer AS berencana untuk menggunakan eLoran sebagai cadangan untuk sistem GPS yang ada untuk memberikan informasi posisi, navigasi dan waktu ketika sinyal GPS mengalami kemacetan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: Mashable