Smartphone Seharusnya Dilarang bagi Anak Di Bawah 16 Tahun

rsz_teens-with-smartphones

Efek buruk smartphone bagi anak-anak bukanlah isapan jempol. Banyak penelitian yang menunjukkan efek buruk tersebut nyata adanya.

Penelitian terbaru berasal dari London School of Economics yang telah menetapkan bahwa ponsel memiliki efek serius yang merugikan pada kinerja anak-anak berusia 14 sampai 16 tahun terutama mereka yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung atau kurang mampu (secara ekonomi).

Di sekolah di mana siswa dilarang menggunakan ponsel selama jam pelajaran, pencapaian siswa yang berusia 16 tahun melonjak 6,4 persen, sedangkan  dalam kasus siswa yang  kurang mampu (secara ekonomi) terjadi peningkatan dua kali lipat.

Berdasarkan hasil penelitian ini London School of Economics telah merekomendasikan pelarangan ponsel di semua sekolah yang saat ini bergantung kepada kebijakan kepala sekolah masing-masing sekolah. Tentu akan lebih baik lagi bila ada larangan penggunaan smartphone di kalangan anak-anak di bawah usia 16 tahun secara total.

Pertanyaan adalah mengapa smartphone perlu dilarang bagi anak-anak di bawah 16 tahun? Jawabannya sederhana, yaitu masyarakat memiliki kewajiban untuk melindungi otak mereka yang masih muda dan belum matang dari pengalaman orang dewasa yang mungkin menimbulkan kerusakan perkembangan jangka panjang.

Orang tua malu jika menemukan anak usia 12 tahunnya meminum alkohol, merokok, kecanduan obat atau melakukan seks bebas. Namun jutaan orang tua setiap hari membiarkan anak-anak mereka meninggalkan rumah dengan sesuatu yang beracun dan merusak, yaitu smartphone.

Smartphone telah mengubah perilaku banyak orang. Kini makin sedikit yang melakukan dan menerima panggilan. Mereka terhubung ke dunia yang lebih luas tanpa aturan yang jelas, yaitu internet. Smartphone juga membuat anak-anak berhenti dari interaksi tatap muka, mereka lebih memilih akrab dengan smartphone sehingga membuat mereka terpisah.

Penelitian lain menyebutkan smartphone membuat terjadinya fenomena Alone Together. Membuat anak-anak lebih cepat stress atau frustasi dan kemungkinan di-bully oleh teman-temannya secara online.

Dengan segala efek buruk tersebut, ide pelarangan total penggunaan smartphone bagi anak-anak di bawah 16 tahun tampaknya masuk akal.

Sumber: Daily Mail