Australia Loloskan Undang-undang Anti Pembajakan Kontroversial

1435028364919

Undang-undang anti pembajakan konten baru saja diloloskan oleh parlemen Australia. Undang-undang ini menjadi harapan baru bagi industri film dan televisi yang telah berjuang melawan pembajakan online sejak lama dan akhirnya menjadi kenyataan. Akhirnya mereka bisa mencari obat di pengadilan untuk memblokir akses ke situs yang menawarkan konten mereka secara gratis.

The Copyright Amendment (Online Infringement) Bill 2015 diperkenalkan ke parlemen oleh Menteri Komunikasi Malcolm Turnbull pada bulan Maret yang lalu untuk mengekang pembajakan online film dan acara televisi. Namun demikian, Partai Hijau Australia menentangnya seperti yang dilakukan Senator David Leyonhjelm, Glenn Lazarus dan Ricky Muir.

Undang-undang ini memungkinkan pemegang hak mengadukan kepada hakim Pengadilan Federal untuk memblok situs luar negeri  atau lokasi online yang memiliki tujuan utama memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Jika pemegang hak berhasil dalam permintaan pemblokiran mereka, penyedia internet Australia, seperti Telstra dan Optus harus mematuhi perintah hakim dengan menonaktifkan akses ke lokasi yang melakukan pelanggaran.

Situs seperti The Pirate Bay dan KickAssTorrents yang memungkinkan pengguna internet men-download film ilegal dan acara TV online tanpa membayar menjadi salah satu situs yang diincar oleh pemegang hak cipta untuk diblokir dengan menggunakan undang-undang tersebut.

Simon Bush, pimpinan Australia Home Entertainment Association Distributor mengatakan lolosnya undang-undang tersebut adalah momen yang bersejarah. Untuk diketahui Simon Bush telah memerangi pemerintah untuk undang-undang pemblokiran situs ilegal  sekitar lima tahun.

Namun demikian, kelompok konsumen dan kritikus yang mengkritik undang-undang tersebut berpendapat bahwa rezim bisa masuk lebih jauh dari yang dimaksudkan sehingga memungkinkan pemegang hak untuk memblokir situs-situs yang menyediakan file secara sah karena dituduh melanggar hak cipta.

Dr Matthew Rimmer, seorang profesor di ANU College of Law dan salah satu kritikus undang-undang tersebut mengatakan hal ini  cukup radikal. Menurutnya, hari di mana undang-undang tersebut disahkan merupakan hari yang sangat gelap untuk internet di Australia. Ia mengatakan situs yang tidak berniat untuk menjadi tempat untuk materi yang melanggar seperti mega.co.nz dan bisa terjebak dan diblokir.

Sumber: Sydney Morning Herald

Sumber Foto: Sydney Morning Herald