David Kaye: Enkripsi dan Anonimitas Kunci Kebebasan Berpendapat di Internet

rsz_img-20150612-wa0001

Pada hari Kamis (4/6/2015), ICT Watch bersama Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan ELSAM, menggelar kuliah umum dengan tema “Tantangan Perlindungan Privasi dan Kebebasan Berekspresi di Era Keterbukaan Informasi” di Gedung IASTH UI, Kampus Salemba. Acara ini menghadirkan Prof. David Kaye sebagai nara sumber. David Kaye adalah Pelapor Khusus PBB bidang promosi dan perlindungan hak untuk kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Dalam era digital saat ini, internet memiliki peran penting dalam hal kebebasan berekspresi dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia. Menurut David Kaye, penggunaan internet telah memunculkan kesempatan baru bagi warga negara untuk menyuarakan aspirasi mereka dan mendapatkan respons dalam cara dan skala yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Namun kebebasan berekspresi dan berpendapat secara bebas di internet kini tengah menghadapi tantangan dari negara (pemerintah), terutama isu keamanan digital. Menurutnya, kebebasan berekspresi di internet di banyak negara, kini banyak dihambat dengan cara menerapkan hukum pidana dan pemaksaan akses backdoor untuk keperluan pemerintah.

Menurutnya, hukum seperti itu seringkali dijustifikasi sebagai hal yang perlu untuk melindungi nama baik, menjaga keamanan nasional, dan melawan terorisme. Ia menegaskan, pada praktiknya, hukum tersebut akhirnya digunakan untuk mempertahankan suatu otoritas kekuasaan.

Menurut David, untuk mengatasi tantangan ini, maka metode enkripsi dan anonimitas di internet menjadi kunci dalam menjamin kebebasan berpendapat di internet. Pemerintah juga harus membuat undang-undang yang mendukung kedua hal tersebut.

Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus, seperti penggunaan password atau kode-kode tertentu dalam mengakses suatu informasi.

Anonimitas adalah hak penjagaan identitas pribadi di internet. Dengan menggunakan hak anonimitas ini, pengguna internet berhak untuk tidak memberikan data pribadinya di internet. Dengan demikian, orang lain tidak bisa sembarangan mengakses data pribadi pengguna internet tersebut.

Menurut David, pelaku dunia bisnis juga harus ikut berperan dalam isu keamanan digital ini. Dunia bisnis berperan dalam memperluas penggunaan enkripsi, termasuk melalui penyediaan pusat data enkripsi, penyediaan jalur protokol aman seperti HTTPS, dan pengembangan enkripsi yang mudah dimengerti di sistem mereka.

Kuliah lengkap Profesor David Kaye dapat disaksikan di video berikut ini.