Facebook Tempat Paling Tidak Aman bagi Perempuan dan LGBT

Girl using Facebook

Meskipun Facebook bersikukuh dengan kebijakan nama asli akan membuat penggunanya aman, sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa Facebook adalah tempat paling tidak aman bagi perempuan di online. Terlebih lagi munculnya tindakan Facebook mengubah nama penggunanya tanpa persetujuan mereka  dan tidak memungkinkan mereka untuk menghapus nama asli mereka dari Facebook.

Perang nama samaran yang berlangsung di Facebook terdokumentasi dengan baik pada tahun 2011 ketika seorang blogger mempertaruhkan hidupnya untuk melaporkan kejahatan di Honduras, diskors oleh Facebook dengan alasan semua pengguna harus  menggunakan nama asli mereka di jaringan sosial tersebut.

Masalah kembali muncul pada September 2014 ketika kebijakan nama asli Facebook mengunci pembukaan akun LGBT. Akibatnya beberapa orang LGBT tidak bisa membuat akun di Facebook.

Sembilan bulan kemudian, Facebook telah gagal untuk memperkuat atau memperjelas kebijakan tersebut, terlebih laporan sebuah organisasi mengatakan bahwa kebijakan nama asli tersebut tidak mengurangi pelecehan terhadap perempuan dan LGBT di Facebook.

Laporan ini menemukan bahwa hampir 99 persen responden melaporkan bahwa Facebook adalah platform media sosial yang paling disalahgunakan oleh pelaku pelecehan. Facebook adalah tempat utama bagi pelaku pelecehan untuk mengakses informasi tentang korban atau melecehkan mereka dengan pesan langsung atau melalui teman-teman dan keluarga mereka. Para responden berasal dari program kekerasan domestik nasional, program kekerasan seksual, penegakan hukum, kantor kejaksaan dan pelayanan hukum sipil di Amerika Serikat.

Laporan NNEDV  menyimpulkan bahwa tidak mengherankan bahwa hampir setiap program melaporkan Facebook sebagai media sosial utama yang digunakan pelaku pelecehan untuk melecehkan korban. Hal tersebut karena Facebook adalah yang paling sulit dimatikan atau dihindari karena mereka menggunakannya untuk tetap berhubungan dengan teman-teman lain dan keluarga.

Pew Research memperkirakan bahwa saat ini 71 persen orang dewasa Amerika (188 juta) menggunakan Facebook, jika setengahnya adalah perempuan dan satu dari empat orang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, maka paling sedikit 23 juta perempuan yang memakai nama asli berada dalam bahaya. Sebanyak 23 juta pengguna yang menggunakan jaringan sosial Facebook dengan aturan sendiri akan mengalami Facebook sebagai jalur utama mereka untuk mengalami kekerasan, pelecehan dan penguntitan.

Sumber: Engadget

Sumber Foto: The Guardian