Google Sensor Balas Dendam Porno di Hasil Pencarian

Google-Search-Tips-Internet-Users

Balas dendam porno atau revenge porn akhirnya menarik perhatian Google. Sebagai mesin pencari nomor satu Google merasa harus ikut terlibat dalam menentang balas dendam porno ini dengan mengeluarkan kebijakan baru, yaitu akan menyensor konten nude and explicit dari hasil pencarian  tanpa persetujuan subjek jika menerima permintaan untuk melakukannya.

Langkah ini dilakukan Google dua bulan setelah adanya perubahan hukum di Inggris sehingga siapa saja yang melakukan revenge porn diancam hukuman sampai dua tahun penjara untuk berbagi gambar seksual eksplisit tanpa persetujuan.

Amit Singhal, wakil presiden senior Google Search menulis dalam sebuah posting blog bahwa Google telah mendengar banyak cerita balas dendam porno yang menganggu yang digunakan untuk mempermalukan orang dan kadang-kadang berakhir di situs sextortion di mana korban diperas untuk membayar agar foto ekplisit mereka dihapus.

Menurut Amit Singhal filosofi pencarian Google adalah bahwa pencarian harus selalu mencerminkan seluruh web. Namun demikian foto balas dendam porno sangat merusak pribadi dan emosional dan hanya berfungsi untuk mempermalukan korban, terutama perempuan.

Jadi ke depannya, Google akan menghormati permintaan dari orang-orang untuk menghapus gambar telanjang atau eksplisit secara seksual yang dibagi tanpa persetujuan mereka dari hasil pencarian Google. Kebijakan ini adalah kebijakan sempit dan terbatas, mirip dengan bagaimana Google memperlakukan permintaan penghapusan informasi pribadi yang sangat sensitif lainnya, seperti nomor rekening bank dan tanda tangan, yang dapat muncul dalam hasil pencarian Google.

Lebih lanjut, dalam beberapa minggu ke depan Google nantinya akan memperkenalkan situs bagi mereka yang ingin foto telanjang dan eksplisit mereka dihapus. Google menyadari bahwa kebijakan ini tidak akan memecahkan masalah balas dendam porno karena Google tentu saja tidak mampu untuk menghapus foto balas dendam porno tersebut dari situs yang menampilkannya. Namun  Google berharap bahwa menghormati permintaan publik untuk menghapus foto tersebut dari hasil pencarian Google akan bisa membantu.

Sumber: Google via The Telegraph