Hacker China Curi 4 Juta Data Pegawai Pemerintah AS

rsz_anonymous-229717_1280

Hacker yang diduga dari China melakukan pelanggaran data besar-besaran di AS dengan memanen sekitar 4 juta data pegawai pemerintah AS. Serangan Cyber  terhadap US government’s Office of Personnel Management tersebut digambarkan oleh pejabat pemerintah AS sebagai salah satu pencurian data terbesar dari pemerintah AS yang  pernah terjadi.

Serangan cyber tersebut terjadi pada bulan April yang lalu dan kini sedang diselidiki oleh FBI. Akibat insiden tersebut US government’s Office of Personnel Management mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mengirimkan pemberitahuan ke sekitar empat juta orang (pegawainya).

Penyerang memperoleh akses ke berbagai informasi pegawai termasuk nomor Social Security pegawai, tugas pekerjaan, penilaian kinerja dan informasi pelatihan. Menurut pejabat yang berwenang, tidak ada data deposit langsung yang terkena, namun demikian mereka tidak bisa mengatakan dengan pasti data apa yang diambil, hanya akses apa yang diperoleh oleh hacker.

Berita hacking terhadap pegawai pemerintahan AS tersebut muncul kurang dari dua bulan setelah Gedung Putih terpaksa mengakui bahwa hacker Rusia mungkin telah memperoleh email unclassified Presiden Barack Obama setelah berhasil meng-hack sistem email unclassified di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS.

Office of Personnel Management mendeteksi aktivitas berbahaya baru yang memengaruhi sistem informasi pada bulan April dan Department of Homeland Security mengatakan pada awal Mei bahwa data Office of Personnel Management telah dikompromikan.

Serangan tersebut memengaruhi sistem teknologi informasi data center  Department of the Interior, yang merupakan pusat layanan bersama untuk badan-badan federal.

Sejak terjadinya intrusi telah dilaksanakan tindakan pencegahan keamanan tambahan untuk jaringan tersebut. Untuk langsung menunjuk pelaku serangan adalah sangat sulit dan belum jelas apakah serangan tersebut disponsori negara.

Sumber: The Telegraph