IoT: Perusahaan Teknologi Harus Menggunakan Data secara Etis

iot

Semakin hari, semakin banyak connected products yang hadir ke pasar, misalnya mobil, rumah pintar, dan termostat cerdas yang menempel di dinding. Selain itu juga produk wearable yang ada pada pergelangan tangan. Pertanyaannya adalah bagaimana pengguna membayar untuk semua layanan produk tersebut?

Akankah pengguna menandatangani kontrak seperti yang dilakukan dengan ponsel, mendapatkan perangkat gratis dan membayar untuk layanan? Atau akankah pengguna mendapatkan diskon atau perangkat gratis dengan menyerahkan data pribadi  seperti yang dilakukan dengan Google dan Facebook?

Menurut prediksi Stephen Pattison dari ARM layanan rumah pintar kemungkinan akan dibayar dengan cara yang sama seperti ponsel. Ia menambahkan apa yang kita akan lihat di masa depan adalah sebuah perusahaan besar muncul di pintu dan mengatakan bahwa mereka bisa memberikan semua perangkat berlayar,  televisi, ponsel, tablet yang dapat melakukan pengamanan di sekitar rumah serta  mereka akan mengenakan biaya sewa untuk itu.

Selama ini pengguna cenderung menikmati layanan gratis dengan memberikan data mereka ke penyedia layanan. Dengan cara inilah Google dan Facebook dan banyak penyedia layanan lainnya memperoleh pendapatan. Ini adalah cara cepat yang fantastis sehingga pengguna tidak merasa membayar atas layanan yang mereka nikmati.

Namun, penelitian menunjukkan pengguna tidak lagi senang untuk membayar untuk layanan dengan data pribadi sehingga industri IOT harus lebih pintar untuk menemukan cara yang berbeda. Symantec CTO, Darren Thomson mengatakan berdasarkan penelitian mereka terdapat indikasi perubahan perilaku konsumen terhadap privasi. Laporan terbaru mengungkapkan privasi dipandang lebih penting daripada kualitas layanan.

Mungkin karena itulah pengguna mulai membohongi layanan dengan cara memberikan informasi palsu untuk mengakses layanan sambil menjaga informasi pribadi mereka tetap aman.

Melihat kecenderungan tersebut Andy Stanford-Clark dari IBM menyarankan perusahaan  untuk perlu bertindak lebih etis dan berhenti berusaha untuk menangkap pengguna dengan syarat dan ketentuan yang rumit. Sebaliknya, perusahaan harus membantu pengguna secara aktif aktif dan cerdas untuk memilih cara pengumpulan data yang mereka senangi.

Ini artinya cara-cara pengumpulan data pengguna yang konvensional seharusnya dihindari oleh IOT. Sebaiknya IOT menggunakan cara-cara yang lebih etis dalam mengumpulkan dan menggunakan data pengguna karena adanya kecenderungan pengguna makin menghargai privasi mereka dibandingkan dengan layanan. Pengguna mungkin lebih suka membayar untuk layanan IOT yang diberikan daripada memberikan data mereka untuk layanan gratis.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: smartdatacollective.com