Kasus Sexting Remaja Terjadi Setiap Hari

sexting_2344570b

Petugas perlindungan anak di Inggris menyelidiki rata-rata satu kasus yang melibatkan sexting setiap hari. Hal ini dilaporkan oleh  Badan Kejahatan Nasional Inggris (National Crime Agency, NCA).

Menurut NCA, mengirimkan foto telanjang atau eksplisit diri mereka di media sosial telah menjadi normal di kalangan remaja. Namun demikian hal tersebut membuat mereka rentan terhadap eksploitasi atau pemerasan.

Oleh karena hal tersebut, sebuah kampanye diluncurkan untuk memberikan anak-anak dan orang tua mereka nasihat jika seorang anak terlibat dalam sexting.

Dalam beberapa kasus remaja yang ditargetkan oleh orang asing yang mencoba untuk memeras mereka atas foto mereka yang mereka posting di media sosial telah ditipu. Kasus lain melibatkan pesan pribadi antara teman-teman yang diteruskan ke orang lain atau pengguna memposting foto diri mereka sendiri  di situs atau media sosial dengan pengaturan privasi yang rendah.

Zoe Hilton mengatakan sesuatu yang normal bagi remaja  berubah menjadi sesuatu yang cukup jahat dan membutuhkan intervensi untuk menjaga dan melindungi mereka. Remaja berpikir mereka mengirim (foto) ke seseorang yang mereka sangat percayai dan ternyata orang tersebut cukup eksploitatif dan tidak seperti yang mereka perkirakan sebelumnya.

Seorang juru bicara untuk NSPCC mengatakan sexting adalah masalah besar dan bisa membuat anak-anak hancur. Hal ini karena foto telanjang mereka yang mereka perkirakan akan baik-baik saja karena dikirim ke teman atau orang mereka percayai ternyata membawa bencana. Anak remaja terutama belum mengerti bahwa foto tersebut bisa melawan mereka karena dimanfaatkan oleh penjahat dengan melakukan pemerasan atau eksploitasi.

Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk menghindarkan anak remajanya dari mengirim foto eksplisit mereka kepada siapapun, baik melalui perpesanan ataupun melalui media sosial. Oleh karena banyaknya teman mereka yang melakukan sexting, remaja cenderung menyangka hal tersebut biasa dan dibolehkan. Padahal sexting bisa membuat anak remaja menjadi korban pemerasan atau di-bully oleh teman-teman mereka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph