Keterlibatan Perempuan dalam Industri Digital Hanya 27%

Women-in-Tech

Keterlibatan perempuan di sektor industri digital bisa dikatakan sangat rendah, bahkan di negara maju sekalipun seperti Inggris. Berdasarkan laporan terbaru  UK Commission for Employment and Skills (UKCES) hanya 27% dari mereka yang bekerja di industri digital Inggris yang perempuan. Proporsinya turun dari angka yang sudah rendah, yaitu  33% pada tahun 2002 dan jauh di bawah rata-rata pekerja perempuan Inggris yang sebesar 47%.

Penelitian tersebut menyoroti kegagalan sektor industri digital untuk melatih dan mempertahankan pekerja perempuan, terutama mengingat kenyataan bahwa Inggris diperkirakan akan membutuhkan 1,2 juta pekerja digital baru pada tahun 2022. Lebih dari 800.000 orang pekerja baru akan dibutuhkan untuk menggantikan pekerja yang meninggalkan sektor industri digital, sedangkan sisanya akan dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang diharapkan.

Meski demikian, jika kecenderungan ini terus berlanjut, UKCES memperkirakan bahwa pada tahun 2022, proporsi pekerja di sektor digital yang perempuan akan meningkat meskipun sedikit, yaitu ke angka 30%.

Aoife Ni Luanaigh, manajer peneliti senior di UKCES mengatakan tidak jelas mengapa begitu sedikit perempuan yang terlibat dalam sektor digital. Ia mengaku untuk laporan tersebut ia telah berbicara dengan banyak pengusaha, menganalisis banyak data, namun tidak benar-benar jelas mengapa proporsi perempuan menjadi turun di sektor digital.

Meskipun sejumlah inisiatif yang cukup baik yang sudah dilakukan untuk mendorong lebih banyak perempuan di sekolah untuk mengambil coding, atau untuk terlibat dengan klub komputer dan sebagainya, penurunan keterlibatan perempuan di sektor indutri digital tetap terjadi.

Menurut UKCES kegagalan untuk membawa perempuan dan anak perempuan ke sektor digital juga memengaruhi pengusaha. Lebih dua per lima dari pengusaha di sektor digital melaporkan bahwa mereka telah kehilangan bisnis sebagai akibat dari tidak mampu untuk mengisi pos yang sejatinya disediakan untuk perempuan.

Tampaknya perlu usaha lebih keras untuk membawa lebih banyak perempuan yang terlibat dalam industri digital. Pemahaman selama ini yang menganggap dunia teknologi digital adalah dunia laki-laki harus dihapuskan. Selain itu, program terarah dari sekolah atau universitas yang bisa menarik lebih banyak perempuan untuk ikut coding dan kelas komputer juga perlu digalakkan.

Di Indonesia sendiri angka keterlibatan perempuan di sektor industri digital bisa dipastikan lebih rendah lagi dan hampir-hampir hal ini luput dari perhatian banyak pihak, baik swasta maupun pemerintah.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: tech.co