Kini Bisa Kirim Direct Message di Twitter hingga 10.000 Karakter

Twitter-DM

Twitter identik dengan 140 karakter. Hal ini memberikan perbedaan dan sekaligus kekurangan bagi pengguna. Dengan dibatasi oleh hanya 140 karakter pengguna harus pintar-pintar membuat singkatan atau menggunakan url shortener agar cukup 140 karakter. Ketentuan 140 karakter tersebut juga berlaku untuk pesan langsung atau direct message.

Namun, mulai bulan depan, Twitter melonggarkan jumlah karakter yang bisa dipakai khususnya di direct message. Tidak tanggung-tanggung pengguna nantinya bisa mengirimkan pesan hingga 10.000 karakter. Jumlah ini mungkin sudah sangat cukup untuk membuat sebuah cerita pendek.

Twitter telah mengumumkan bahwa mereka akan menaikkan batas 140 karakter dalam pesan langsung ke 10.000 karakter bulan depan yang memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan pribadi yang lebih panjang di Twitter.

Sampai saat ini, batas pada pesan langsung sama dengan batas tweet, yaitu memaksa pengguna untuk mengirim beberapa pesan berturut-turut jika mereka tidak mampu untuk mendapatkan segala sesuatu yang ingin mereka katakan dalam 140 karakter.

Perubahan yang akan dilakukan bulan Juli tersebut memungkinan  untuk membuat fungsi direct message  di Twitter lebih seperti Facebook Messenger yang sekarang banyak digunakan pengguna sebagai alternatif untuk email untuk tetap berada dekat dengan teman-teman.

Dengan dilepasnya batas 140 karakter makan hal ini merupakan perubahan lebih lanjut yang telah dilakukan Twitter untuk terus dapat menarik bagi pengguna. Pada bulan April yang lalu, Twitter juga membuka keran yang memungkinkan pengguna untuk menerima pesan langsung dari orang yang mereka tidak ikuti. Sebelumnya, pengguna hanya bisa menerima pesan langsung dari mereka yang diikuti dan yang mengikuti mereka kembali.

Twitter mengatakan perubahan tersebut akan membantu pengguna terhubung kepada pengguna lain, peristiwa dan bisnis yang mereka peduli secara lebih mudah. Pengguna dapat memilih apakah mau atau tidak menerima pesan dari orang asing dengan menggunakan pengaturan privasi Twitter.

Awal tahun 2015 Twitter juga memperkenalkan group messaging, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan pribadi dengan kelompok mereka secara bersamaan. Para anggota kelompok tidak harus saling follow satu sama lain untuk ikut dalam chatting.

Sumber: Twitter via The Telegraph