Layanan Ransomware Ditemukan di Darknet

ransomware_title

Calon penjahat dunia maya yang tidak memiliki kepandaian teknologi yang memadai untuk benar-benar meng-hack ke komputer target, sekarang dapat mengatasi rintangan tersebut berkat adanya alat ransomware-as-a-service yang  ditemukan di darknet oleh para peneliti McAfee.

Layanan pembuatan ransomware ini disebut Tox. Tox memungkinkan siapa saja, terlepas dari kemampuan teknis yang dimiliki untuk secara otomatis membuat ransomware, yaitu software yang bisa mengenkripsi hard drive korban dan menuntut pembayaran agar enkripsi tersebut dibuka.

Contoh ransomware paling terkenal adalah Cryptolocker. Cryptolocker menuntut uang tebusan dibayar yang dibayar dengan bitcoin cryptocurrency, senilai 2 bitcoin atau  2.000 dollar AS atau dokumen atau file korban hilang selamanya. Pada bulan November 2013, seorang polisi AS jasi mangsa penipuan ransomware ini dan akhirnya harus membayar uang tebusan sebesar 832 poundsterling.

Tox merupakan ancaman yang bisa kembali menimbulkan masalah. Namun tidak seperti Cryptolocker yang memiliki keunggulan karena merupakan operasi kriminal terkoordinasi, Tox memungkinkan calon penjahat membuat ransomware mereka sendiri. Setiap pengguna dapat mendaftar di situs darknet dan memilih untuk membuat perangkat lunak mereka sendiri dengan gaya cryptolocker. Mereka mendapatkan pilihan untuk mengatur jumlah uang tebusan, dalam dolar AS, serta menambahkan catatan pribadi.

Situs ini kemudian secara otomatis menghasilkan download yang bisa didownload dan kemudian dibagi sesuai keinginan penyerang. Tox mengambil potongan 20% dari setiap tebusan dibayar korban.

Sumber: McAfee via The Guardian

Sumber Foto: Kaspersky