Oblivion, Software yang Bisa Menghapus URL di Internet

shutterstock_RTBF_195176492

Sudah sekian lama sejak diberlakukannya hak untuk dilupakan di negara Uni Eropa, namun belum banyak kemajuan yang diperoleh. Google menyatakan bahwa mereka telah mengevaluasi sebanyak 1.002.790 URL semenjak 29 Mei 2014 dan telah menghapus 41% dari URL yang dievaluasi tersebut.

Setiap permintaan penghapusan URL Google harus memverifikasi dan diproses oleh tim terdiri dari orang-orang yang berdedikasi, namun karena jumlahnya sedikit bisa saja menyebabkan keterlambatan.

Untuk mempercepat hal ini, para peneliti dari Jerman dan Selandia Baru telah mengembangkan algoritma baru yang mampu menganalisis ratusan permintaan tersebut dalam hitungan detik. Mereka berharap bisa menawarkannya kepada Google dan mesin pencari lainnya untuk membantu mereka mengelola tuntutan penghapusan URL di masa depan.

Software tersebut disebut Oblivion, perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk secara otomatis mencari dan men-tag informasi pribadi mereka di web dengan menggunakan teks atau natural language processing (NLP) dan pengenalan gambar.

Pengguna kemudian dibawa ke suatu isian di mana mereka secara aman dan pribadi dapat mengajukan permintaan mereka terkait URL yang relevan.

Untuk mengkonfirmasi identitas, pengguna mengirimkan salinan digital dari ID mereka ke certificate authority (CA), sebuah badan terpisah yang dirancang untuk menangani data dengan aman. Perangkat lunak ini nantinya akan mengonfirmasi nama, umur, alamat dan kebangsaan.

Oblivion kemudian akan memeriksa halaman web yang ingin dihapus pengguna dan men-tag referensi yang relevan. Setelah proses tagging, Oblivion mengirimkan permintaan ke Google dan menandai halaman yang menegaskan rincian sesuai dengan yang ada di artikel tersebut dan jika pengguna setuju, pengguna diberi token kepemilikan. Token ini kemudian dihubungkan dengan informasi pada formulir permintaan dan keduanya diserahkan ke tim penghapusan URL Google.

Para peneliti yang dipimpin oleh Milivoj Simeonovski dari Saarland University di Jerman telah meuji Oblivion pada artikel yang ada dan mampu menangani 278 permintaan penghapusan per detik. Keputusan penghapusan URL akhir masih perlu dilakukan oleh manusia karena berbagai variabel, termasuk kepentingan umum perlu ditangani kasus per kasus. Namun, Oblivion bisa mempercepat proses ini dan mengkonfirmasi keabsahan klaim dalam hitungan detik.

Tentunya software ini akan sangat membantu menangani pelaksanaan hal untuk dilupakan warga negara Uni Eropa. Jika Google bersedia menerima software ini kemungkinan proses penghapusan URL dan data pribad lainnya yang terkait dengan hak untuk dilupakan bisa berjalan lebih cepat.

Sumber: Daily Mail

Sumber Foto: Shutter Stock