Orang Inggris yang Dilatih Jadi Teroris Semakin Banyak

ISIS Al-Qaeda Militants Fighting Syrian Civil War

Teknologi internet mungkin adalah pedang bermata banyak. Selain menguntungkan, internet juga membuat makin besarnya akses bagi teroris untuk memperbanyak pengikut mereka. Hal ini diakui oleh dinas keamanan Inggris MI5.

Dalam sebuah laporan, MI5 mengatakan bahwa jumlah orang Inggris yang menjadi tersangka dan terlibat dalam atau terkena pelatihan teror atau berperang karena fanatik meningkat secara mengejutkan.

Jihadis Inggris yang telah berbondong-bondong ke Suriah untuk berjuang bersama ISIS merupakan faktor pendorong terjadinya peningkatan tersebut. Setengah dari mereka yang telah kembali ke Inggris dikhawatirkan mampu menebarkan ancaman teror di Inggris.

Ancaman teroris telah meningkat 30%  sejak 2010 karena volume dan aksesibilitas propaganda ekstrimis juga telah meningkat. Sebagian dipercaya karena kemudahan bagi jihadis dan pendukung mereka untuk berkomunikasi langsung satu sama lain secara online. Namun demikian, kemajuan teknologi dan perlindungan privasi online berarti pelacakan terhadap tersangka menjadi semakin menantang.

Sebagian besar tujuan orang Inggris adalah melakukan perjalanan ke benteng al-Qaeda di Pakistan, Afghanistan, Afrika Timur dan Yaman serta Republik pembangkang Irlandia. Bukti kuat keterlibatan orang Inggris dalam aksi teror adalah adanya tiga orang perempuan pelajar Inggris yang mencoba untuk bergabung dengan ISIS.

Menurut laporan MI5, ancaman yang ditimbulkan mereka yang kembali ke Inggris tidak hanya terdiri rencana serangan, tetapi juga radikalisasi rekan mereka, memfasilitasi dan melakukan penggalangan dana, yang semuanya makin memperburuk ancaman.

Tampaknya bukan hanya Inggris yang merasakan efek jelek teknologi online dalam perekrutan teroris ini. Indonesia pun turut merasakan bahwa banyak warganya yang berdalih ingin melakukan wisata, padahal tujuan akhirnya adalah bergabung dengan kelompok teroris semacam ISIS.

Sumber: The Telegraph