Perusahaan Multinasional Dipaksa Bayar Uang Tebusan

hacker_3010448b

Hacker memeras sebuah perusahaan internasional yang berbasis di Brisbane untuk membayar uang tebusan dalam bentuk bitcoin, tetapi kemudian hacker meningkatkan tuntutan mereka dengan mengancam melakukan serangan online terhadap anak karyawan senior perusahaan tersebut.

Perusahaan yang tidak disebutkan identitasnya tersebut membayarkan uang muka tebusan senilai ribuan dollar kepada hacker setelah sistem komputer mereka di-hack dan data sensitif dicuri pada awal tahun ini.

Ketika perusahaan menolak permintaan tebusan lebih lanjut yang jumlahnya lebih besar dan kemudian menghubungi polisi, hacker kemudian melakukan profiling anggota senior perusahaan tersebut, mengidentifikasi keluarga mereka dan mengancam untuk mendiskreditkan anggota keluarganya melalui serangan online yang terutama menargetkan anak-anak.

Polisi memperingatkan bahwa bisnis tidak boleh menyerah pada tuntutan pemerasan tersebut, tetapi juga harus waspada terhadap posting informasi pribadi di media sosial yang bisa dimanfaatkan sebagai pintu masuk oleh penjahat cyber. Menurut polisi serangan tersebut merupakan serangan yang sangat serius pada perusahaan dan cukup traumatis bagi bisnis, korban dan keluarganya.

Polisi mendesak bisnis atau perusahaan untuk memastikan sistem komputer mereka aman dan terlindung dari hacker dan mengadopsi kebijakan untuk tidak membayar tuntutan uang tebusan serta hati-hati mempertimbangkan informasi yang diposting di media sosial.

Sumber: The Guardian