7 (Tujuh) Tips Keamanan Online dari Ahli Cyber Security

gty_computer_security_nt_130204_wmain

Ahli cyber security tidak seperti pengguna internet biasa. Para peneliti di Google mewawancarai lebih dari 200 ahli untuk mengetahui apa praktik keamanan online yang benar-benar mereka lakukan dan kemudian berbicara kepada hampir 300 nonahli untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Mungkin tidak mengejutkan, para ahli keamanan mempraktikkan apa yang mereka katakan. Mereka lebih cenderung menggunakan otentikasi dua faktor, menginstal pembaruan perangkat lunak, dan menghindari mengunjungi shady website.

Berikut ini apa yang dilakukan oleh ahli cyber security yang terkait dengan keamanan online.

1.  Menginstal Pembaruan

Memperbarui semua perangkat lunak dan firmware untuk memperbaiki kerentanan yang mungkin timbul. Para ahli tidak pernah menolak pembaruan keamanan. Para peneliti menemukan bahwa menginstal update merupakan praktik yang paling sering dilakukan para ahli keamanan untuk tetap aman.

Pembaruan perangkat lunak biasanya merupakan satu-satunya cara untuk memerangi kerentanan keamanan yang sebenarnya. Bug yang ada di software memungkinkan penyerang berbahaya melakukan hal-hal yang mereka tidak seharusnya lakukan. Untuk itulah pentingnya menginstall pembaruan.

2. Gunakan Software Antivirus

Paket antivirus memiliki reputasi buruk. Selama bertahun-tahun, perangkat lunak ini memiliki reputasi memperlambat komputer dengan menambahkan cruft, paket dukungan yang mahal sehingga membuat pengguna putus asa, dan tidak melakukan banyak hal untuk benar-benar melindungi komputer. Namun, terlepas dari semua itu, mayoritas ahli mengatakan mereka menggunakan perangkat lunak antivirus.

3. Jaga Password Anda yang Unik

Password online sering disimpulkan harus kuat dan unik. Namun ternyata satu bagian mungkin lebih penting daripada bagian yang lain. Mereka yang nonahli cenderung fokus pada bagian yang kuat, sebaliknya 25% dari para ahli memilih password yang unik. Jadi sebaiknya pengguna menggunakan password yang unik dibandingkan password yang kuat karena password yang kuat belum tentu unik, sedangkan password yang unik kemungkinan sudah kuat karena hanya Anda yang mengetahuinya.

4. Gunakan Password Manager

Hal ini terkait dengan praktik nomor tiga di atas. Untuk mengingat password yang unik tersebut Anda membutuhkan manajer password, misalnya 1Password, LastPass dan KeePass memecahkan masalah tersebut. Password manajer digunakan lebih banyak oleh para ahli dibandingkan dengan nonahli dan para ahli empat kali lebih mungkin untuk menyebut password manajer  sebagai salah satu hal yang paling penting yang mereka lakukan secara online.

5. Gunakan Otentikasi Dua Faktor

Para ahli cyber security cenderung menggunakan otentikasi dua faktor di mana password di-back up oleh kode yang terkait dengan ponsel tertentu.

6. Kunjungi Situs Aman

Mereka yang nonahli cenderung mengklaim bahwa mereka tetap aman dengan hanya mengunjungi situs yang mereka sudah ketahui sebelumnya. Namun demikian, mengunjungi situs yang sudah diketahui sebelumnya, bukan berarti mereka benar-benar aman, tetapi lebih kepada kemungkinan aman yang lebih tinggi.

Sebesar 32% dari para ahli mengatakan bahwa mereka jarang mengunjungi situs yang tidak diketahui sebelumnya. Namun bagian pentingnya adalah  memeriksa HTTPS, protokol koneksi aman, ketika mengunjungi sebuah situs yang dipercaya.

7) Lakukan seperti para Ahli Katakan
Tidak semua yang dilakukan ahli keamanan adalah sesuatu yang harus diikuti. Meskipun ahli keamanan merekomendasikan bahwa pengguna tidak boleh mengklik link di email dari sumber yang tidak diketahui sebagai cara menghindari phishing serta malware, para ahli sendiri mengakui melakukan hal tersebut. Ini artinya jangan lakukan semua yang dilakukan oleh para ahli, tetapi lakukan apa yang dikatakan oleh mereka.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: ABC News