Hacking Team Tuduh Negara sebagai Dalang Serangan

022213_dcl_hacker_640

Masih ingat dengan serangan hacker yang ditujukan kepada perusahaan keamanan asal Italia yang menjual alat-alat surveillance kepada berbagai negara yang represif? Kini perusahaan tersebut menuduh pemerintah negara (tertentu) berada dibalik serangan tersebut.

Perusahaan keamanan cyber Italia Hacking Team mengatakan pemerintah (negara tertentu) mungkin berada di balik hack besar-besaran terhadap sistem mereka dan memperingatkan bahwa kode komputer yang bocor bisa membuktikan tuduhan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Pekan lalu, hacker yang tidak diketahui men-download 400 GB data dari Hacking Team yang membuat perangkat lunak surveillance yang memungkinkan lembaga penegak hukum dan intelijen untuk memasuki ponsel dan komputer tersangka.

Banyak data, termasuk ribuan email perusahaan swasta, sejak itu telah unggah ke situs Wikileaks. Kode sumber dari sejumlah program rahasia yang juga telah dipublikasikan secara online.

Menurut David Vincenzetti, CEO Hacking Team, mengingat kompleksitasnya ia berpikir bahwa serangan tersebut harus dilakukan pada level pemerintah atau dengan seseorang yang memiliki dana besar.

Namun ia tidak mau berspekulasi tentang siapa yang menjadi dalang serangan tersebut. Hacking Team telah menyarankan kepada kliennya untuk menghentikan penggunaan program sampai mereka dapat meng-upgrade perangkat lunak yang dikompromikan, tetapi memperingatkan bahwa semua sistem komputer sekarang mungkin rentan.

Penyelidikan Hacking Team menunjukkan bahwa kode yang dirilis mengizinkan siapa pun untuk menyebarkan perangkat lunak terhadap target apapun pilihan mereka. Teroris, pemeras dan lain-lain dapat menggunakan teknologi ini jika mereka memiliki kemampuan teknis untuk melakukannya.

Email yang bocor menunjukkan bahwa Hacking Team telah bekerja sama dengan berbagai lembaga negara di berbagai negara, termasuk Italia, Amerika Serikat dan Australia. Hacking Team juga memiliki hubungan dengan negara-negara yang dikritik karena catatan hak asasi manusia mereka buruk, seperti Libya, Mesir, Ethiopia, Kazakhstan, Maroko, Nigeria, Arab Saudi dan Sudan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: Fox News