Ketergantungan Berlebihan pada Google dan Smartphone Merusak Ingatan

rsz_smartphone

Zaman internet ditandai dengan ketergantungan manusia kepada mesin pencari Google. Kini ketergantungan manusia ke Google diperparah dengan majunya perangkat smartphone. Hal ini menurut peneliti bisa merusak ingatan manusia.

Di Inggris misalnya, penelitian terbaru dari Kaspersky Lab menemukan fakta bahwa hampir setengah dari orang dewasa yang terhubung tidak dapat mengingat nomor telepon pasangan mereka, sementara 71 persen tidak ingat anak-anak mereka.

Lebih dari setengah dari mereka yang berusia 16-24 tahun yang disurvei mengatakan smartphone mereka menyediakan hampir segala sesuatu yang mereka perlu tahu atau perlu ingat.

Menurut David Emm, dari Kaspersky Lab kita perlu memahami implikasi jangka panjang dari hal tersebut untuk memahami bagaimana kita ingat dan bagaimana kita melindungi ingatan. Nomor telepon dari orang-orang yang paling penting bagi kita sekarang dapat ditemukan hanya dengan sekali klik sehingga kita tidak lagi repot-repot untuk menghapal nomor telepon tersebut.

Menurut Dr Kathryn Mills, dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience, lupa tidak inheren dengan sesuatu yang buruk. Kita adalah makhluk adaptif yang indah dan kita tidak ingat semuanya karena bukanlah suatu keuntungan untuk melakukannya. Lupa menjadi tidak membantu ketika melibatkan kehilangan informasi yang perlu kita ingat.

Sebuah studi dari Microsoft awal tahun ini menemukan bahwa rata-rata rentang perhatian manusia telah turun dari 12 detik pada tahun 2000 atau sekitar revolusi ponsel dimulai menjadi hanya delapan detik. Konsumen yang mengonsumsi lebih banyak media dan pengadopsi awal teknologi mengalami kendala untuk fokus dalam lingkungan di mana perhatian berkepanjangan diperlukan.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa banyak sekolah khawatir siswa mereka memiliki rentang perhatian pendek dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu online daripada membaca novel.

Tiga perempat dari 400 guru bahasa Inggris sekolah menengah mengatakan bahwa rentang perhatian anak-anak lebih pendek dari sebelumnya, sementara 94 persen menyatakan bahwa murid lebih suka menggunakan internet daripada membaca.

Bila kita perhatikan, penelitian di atas bukanlah yang pertama kalinya. Sekitar tahun 2008 yang lalu, penelitian yang hampir sama mengungkapkan efek jelek dari ketergantungan terhadap mesin pencari Google. Manusia cenderung tidak mau mengingat sesuatu karena adanya mesin pencari yang bisa membantu segala sesuatu yang ingin ditemukan.

Namun demikian, hal tersebut bukanlah semata kesalahan mesin pencari Google. Manusia cenderung lebih menyukai hal-hal yang mudah dan ini mendorong mereka tergantung kepada Google. Bukan teknologi yang seharusnya disalahkan, tetapi bagaimana manusia memanfaatkannya dan mengendalikan teknologi tersebutlah yang harus diperbaiki.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: medicaldaily.com