Perusahaan Penjual Alat Surveillance Disusupi Hacker

Hackers0_2568369b

Hacking Team adalah perusahaan Italia yang menjual alat-alat pengawasan dan eksploitasi kerentanan kepada pemerintah berbagai negara. Perusahaan ini terkenal karena diduga melakukan bisnis dengan rezim yang represif, meskipun mereka membantahnya. Pada hari Minggu yang lalu, Hacking Team menjadi korban hacker dan sekitar 400 gigabyte komunikasi internal dan dokumen beredar di internet.

Hacker mengganti nama akun Twitter Hacking Team menjadi  Hacked Team dan memposting dokumen tertentu. Salah satu dokumen menunjukkan bahwa Hacking Team membuat kesepakatan dengan perantara untuk ekspor spyware ke Nigeria. Dokumen lain menunjukkan kontrak senilai 532.000 USD per tanggal 2 Juli 2012 dengan badan intelijen nasional Sudan.

CSO Online memaparkan daftar panjang hubungan antara Hacking Team dengan berbagai pemerintah berdasarkan dokumen yang bocor. Negara tersebut adalah Mesir, Ethiopia, Maroko, Nigeria, Sudan, Chili, Kolombia, Ekuador, Honduras, Meksiko, Panama, Amerika Serikat, Azerbaijan, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Uzbekistan, Rusia, Vietnam, Australia, Siprus, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, Italia, Luxemburg, Polandia, Spanyol, Swiss, Bahrain, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya pada tahun 2013, Reporters Without Borders merilis laporan Corporate Enemies of the Internet yang salah satunya adalah  Hacking Team. Laporan Reporters Without Borders menyebut perusahaan yang ada dalam daftar tersebut sebagai tentara bayaran era digital karena menjual produk yang digunakan oleh pemerintah untuk melanggar hak asasi manusia dan kebebasan informasi.

Dokumen-dokumen yang bocor di internet tersebut belum diverifikasi, tetapi dokumen yang dirilis sangat banyak bahkan termasuk screencaps yang diambil dari layar komputer karyawan.

Sumber: CSO Online via Slate, Guardian