Remaja Lelah dengan Gambaran Seksual Video Game

video-game-2_2362669b

Banyak remaja laki-laki lelah dengan penggambaran perempuan secara seksual dalam video game. Hal ini diungkapkan oleh temuan sebuah survei baru.

Dalam studi terhadap sekitar 1.400 anak muda Amerika Serikat, 47% dari anak laki-laki sekolah menengah dan 61% dari anak-anak sekolah tingkat atas sepakat bahwa perempuan terlalu sering diperlakukan sebagai objek seks dalam (video) games.

Temuan yang dikumpulkan oleh konsultan pendidikan Rosalind Wiseman dan pembuat games Ashly Burch tersebut berlawanan dengan asumsi familiar bahwa anak laki-laki akan melahap/mengkonsumsi gambar yang menampilkan wanita berpakaian minim tanpa berpikir dua kali.

Selama bertahun-tahun dalam industri game arus utama telah ada asumsi yang jelas bahwa demografi remaja laki-laki satu-satunya yang penting. Dengan asumsi tersebut maka dalam games ada tokoh pria protagonis  dan perempuan yang ditampilkan secara seksual.

Menurut Wiseman industri video game tampaknya mendasarkan banyak permainan dan desain karakter pada beberapa asumsi, di antaranya bahwa gadis remaja tidak bermain game action yang besar, anak laki-laki tidak akan bermain game dengan karakter perempuan yang kuat, dan pemain laki-laki menyukai objektifikasi karakter seksual perempuan.

Menurut temuannya, 70% dari perempuan dan 78% anak laki-laki mengatakan tidak peduli apa jenis kelamin tokoh utama dalam game.  Selama dua tahun terakhir situasi telah membaik. Tahun ini video game Expo E3 di Los Angeles mengambil momentum acara tahun 2014 dan menampilkan permainan baru dengan perempuan sebagai tokoh kuncinya.

Penelitian Wiseman menunjukkan bahwa anak laki-laki yang lebih muda dapat memisahkan identitas mereka sebagai gamer dari kelemahan representasi yang ditampilkan oleh industri video games. Survei ini menunjukkan bahwa 1.400 orang muda dari seluruh AS berpikir wanita layak memiliki peran yang lebih luas dalam video game bukan hanya penggambaran secara seksualitas.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Telegraph