Tingkat Keberagaman Karyawan Facebook Masih Rendah

rsz_finally-thumbs-down-things-you-dislike-facebook1280x600

Masalah yang dialami oleh banyak perusahaan teknologi Silicon Valley adalah rendahnya tingkat keberagaman karyawan mereka. Tidak peduli apakah Apple, Google, Facebook, Twitter atau Amazon, hampir semua perusahaan teknologi ini mengalami permasalahan keberagaman.

Dalam laporan keberagaman Facebook yang dirilis seminggu yang lalu terlihat jelas Facebook masih didominasi oleh orang kulit putih meskipun janji Mark Zuckerberg untuk serius membangun tenaga kerja yang lebih mencerminkan keragaman dari 1,4 miliar pengguna global Facebook.

Dalam laporan keragaman yang dirilis tersebut Facebook mengungkapkan bahwa lebih dari setengah dari karyawan di AS berkulit putih, dengan proporsi turun dari 57% menjadi 55%. Proporsi karyawan Asia meningkat sebesar 2% menjadi 36%, tetapi Hispanik dan berkulit hitam tetap datar masing-masing 4%, 2% dan 3%. Kepemimpinan senior Facebook bahkan lebih homogen dengan 73% dari posisi yang paling penting diisi oleh orang-orang kulit putih.

Facebook tidak memberikan rincian jumlah yang tepat dari jumlah orang dan etnik yang berbeda pada peringkat yang berbeda di perusahaan.

Dalam laporan Equal Employment Opportunity (EEO) terbaru tersebut Facebook mempekerjakan tambahan tujuh orang kulit hitam dari total 1.231 peningkatan jumlah pegawai secara keseluruhan pada tahun 2013. Pada saat itu Facebook hanya mempekerjakan 45 staf berkulit hitam dari total 4.263 karyawan di AS. Staf perempuan berkulit hitam Facebook hanya bertambah satu orang pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2011 dan staf laki-laki berkulit hitam meningkat enam menjadi 34 orang. Namun demikian, tidak ada orang kulit hitam dalam posisi eksekutif atau manajemen senior.

Selama periode yang sama jumlah karyawan kulit putih Facebook meningkat sebanyak 695 orang. Ada 125 orang kulit putih memegang posisi eksekutif dan manajemen senior di Facebook.

Facebook juga membuat sedikit kemajuan dalam hal meningkatkan proporsi karyawan perempuan di mana 68% dari karyawan global adalah laki-laki, artinya mengalami penurunan 1%. Di antara karyawan yang bekerja pada teknologi utama, 84% adalah laki-laki, turun dari 85% tahun lalu.

Kemajuan pada peningkatan keberagaman yang lambat ini tetap terjadi meskipun Zuckerberg berulang kali menjanjikan untuk membuat karyawan perusahaan lebih mencerminkan identitas penggunanya. Dan tampaknya hal ini tidak hanya dialami oleh Facebook.

Sumber: The Guardian