Uni Eropa dan Meningkatnya Ancaman Cyber Rusia

121012102626-eu-flag-story-top

Negara yang tergabung dalam Uni Eropa kini menghadapi meningkatnya ancaman cyber yang terkait dengan Rusia. Menurut laporan terbaru oleh FireEye Inc terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah serangan cyber terhadap situs web pemerintah Uni Eropa, perusahaan-perusahaan industri besar Barat dan asosiasi masyarakat yang diyakini berasal dari Rusia Barat.

Tahun lalu lembaga Uni Eropa yang menjadi target utama hacker Rusia termasuk Jerman Bundestag, pemerintah Polandia, saluran TV5MONDE Prancis serta situs web lembaga negara dan asosiasi Uni Eropa lainnya.

Andrew Soldatov, seorang analis keamanan cyber terkenal Rusia mengatakan bahwa sejak awal tahun 2014 jumlah serangan cyber dari Rusia telah meningkat secara signifikan, sedangkan metode dan alat yang digunakan oleh hacker Rusia telah berubah dan menjadi lebih canggih. Hal ini, menurut Soldatov, telah membuat mereka sangat berbahaya karena kemampuan mereka untuk mengacaukan operasi badan-badan dan lembaga kunci negara untuk mencuri informasi rahasia dan data yang dilindungi.

Menurut Andrew Soldatov di masa lalu sebagian besar serangan yang dilakukan oleh hacker Rusia relatif sederhana dan sebagian besar yang terlibat adalah serangan DDoS. Namun, dalam beberapa tahun terakhir serangan ini telah menjadi lebih siap secara teknis dan target mereka juga berubah.

Menurut analis di Departemen Pertahanan Polandia, perubahan ini dapat dijelaskan oleh peningkatan dana pada beberapa kelompok hacker Rusia terkemuka dan kemungkinan afiliasi mereka dengan badan-badan negara dan lembaga Rusia yang tidak disebutkan namanya.

Sebuah sumber di Ukranian State Security Service mengatakan bahwa sebelum pertengahan tahun 2014 aktivitas hacker di Rusia dikendalikan gerakan byvarious Russian youth movements (beberapa di antaranya berafiliasi dengan pemerintah Rusia) yang kadang-kadang memerintahkan serangan hacker profesional. Kegiatan ini sebagian besar terfokus pada serangan terhadap bank-bank Barat dan pencurian informasi. Pada saat yang sama dalam beberapa bulan terakhir perhatian khusus telah difokuskan kepada propaganda dalam jaringan sosial dan trolling.

Serangan juga telah dilakukan melalui jaringan sosial populer, dengan menginfeksi komputer pengguna dengan virus. Di antara media sosial tersebut kekhawatiran terbesar terkait dengan VKontakte, media sosial terbesar Rusia di Eropa, yang populer di kalangan pengguna berbahasa Rusia, terutama di Rusia, Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Uzbekistan dan negara-negara pasca Soviet lainnya. Baru-baru ini juga telah ada upaya oleh hacker Rusia untuk mendapatkan akses ilegal ke Facebook dan jaringan sosial negara Barat lainnya.

Sumber: scmagazineuk.com 

Sumber Foto: CNN