6,3 Jam Sehari Untuk Memeriksa Email

450192349_640

Meskipun popularitas instant messaging, SMS dan media sosial, kini sangat tinggi, namun jajak pendapat menunjukkan bahwa email adalah alat komunikasi di tempat kerja dan akan semakin penting selama lima tahun ke depan.

Dalam sebuah survei online terhadap 400 orang pekerja kerah putih dewasa di AS, ditemukan hampir setengah dari responden mengatakan bahwa penggunaan email untuk bekerja akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Sembilan belas persen di antaranya mengatakan akan naik secara substansial.

Lebih dari 90 persen dari pekerja mengaku mereka memeriksa email pribadi di tempat kerja dan 87 persen melihat email bisnis di luar jam kerja.

Menurut Kristin Naragon dari Adobe Systems yang mensupervisi jajak pendapat tersebut, email adalah dan akan tetap menjadi landasan budaya kerja. Ia menambahkan, bahwa tentu saja, banyak perusahaan yang mencoba masuk ke dalam ruang (kerja) dengan perangkat produktivitas, tetapi email tidak akan pergi ke mana-mana.

Para pekerja yang ditanya dalam jajak pendapat tersebut memperkirakan bahwa mereka menghabiskan 6,3 jam sehari memeriksa email, dengan 3,2 jam dikhususkan untuk email pekerjaan dan 3,1 jam untuk email pribadi.

Menurut Naragon orang Amerika sangat prihatin dalam menjaga hubungan mereka sehingga selalu memantau email. Hampir 80 persen mengatakan mereka melihat email sebelum pergi ke kantor dan 30 persen mengatakan mereka memeriksa kotak masuk email mereka saat masih di tempat tidur di pagi hari. Setengah dari responden juga memantau email selama liburan.

Jumlahnya bahkan lebih tinggi untuk anak usia 18-34 tahun, dengan 45 persen membuka email setelah bangun tidur. Lebih dari seperempat milenial juga mengaku memeriksa email saat mengemudi. Milenial ini begitu kecanduan email, setengah dari mereka bahkan tidak dapat menggunakan kamar mandi tanpa memeriksa email mereka.

Namun Naragon menambahkan bahwa pengguna menyadari kecanduan mereka dan telah mencoba untuk mendapatkan kembali keseimbangan kehidupan yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan fakta empat puluh persen dari yang disurvei mengatakan mereka telah mencoba email detoks.

Sumber: Huffington Post

Sumber Foto: Vimeo