7 Cara Melindungi Privasi di Internet (Bagian Pertama)

3046893-inline-i-google-launches-my-accounta-hub-for-your-privacy-settings

Privasi mungkin bagian yang kurang diperhatikan pengguna ketika berinteraksi atau menggunakan layanan di internet. Padahal privasi ini sesuatu yang sangat krusial. Pengguna harus bisa melindungi privasi mereka sebaik mungkin. Tujuh cara berikut dapat dilakukan untuk menjaga privasi di internet.

1. Privasi Dasar

a. Jika Ragu, Jangan Lakukan

Phishing dan malware semakin canggih, untuk itu Anda harus semakin berhati-hati. Phishing terutama melalui email sangat banyak dan sulit untuk diidentifikasi sehingga bila Anda ragu terhadap sebuah email, lebih baik jangan dibuka.

b. Selalulah Update

Selalulah update komputer, browser, dan aplikasi keamanan. Jangan malas untuk update.

c. Pikir Dulu Sebelum Bertindak

Jangan asal. Selalulah memikirkan risiko sebelum melakukan suatu tindakan tertentu di internet terutama menyangkut privasi dan keamanan.

2. Pengaturan Privasi

Memperbarui pengaturan privasi di situs web dan layanan-terutama pada media sosial dan situs pencarian seperti Facebook, Google, dan Yahoo-adalah tempat yang baik untuk memulai melindungi diri. Hal ini biasanya dapat dilakukan di bawah pilihan menu pengaturan.

Karena sebagian besar situs memberikan pengaturan default informasi dibagikan secara publik, mengubah pengaturan akan membantu Anda memastikan informasi pribadi Anda dilihat oleh sedikit orang. Idealnya Anda harus memilih untuk berbagi informasi hanya dengan orang yang Anda kenal.

Mengapa hal ini penting? Karena oversharing informasi media sosial menyebabkan berbagai risiko, termasuk pembobolan rumah oleh penjahat yang melihat bahwa Anda sedang berlibur. Juga, berbagi terbatas hanya kepada orang tertentu dan  atau menghapus tag pada foto dan mengedit timeline Anda dapat membantu menghilangkan bahan yang berpotensi memalukan dari yang dilihat dapat oleh orang-orang yang tidak tahu Anda dengan baik, termasuk rekan-rekan di tempat kerja, kenalan, anggota keluarga jauh, atau calon perusahaan yang potensial.

Sumber: The Next Web

Sumber Foto: Fast Company