Apakah Internet dan Game Berbahaya Bagi Otak Anak?

video-game-2_2362669b

Seorang akademsi terkemuka Oxford University menjadi bulan-bulanan rekannya sendiri karena terus menyuarakan bahwa internet menyebabkan kerusakan otak dan autisme pada anak, meskipun tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim tersebut.

Dalam kumpulan pendapat yang diterbitkan dalam British Medical Journal, Professor Dorothy Bishop dari Oxford, Dr Vaughan Bell dari University College London dan Dr Andrew Przybylski juga dari Oxford, menuduh Susan Greenfield menyesatkan publik dan membuat bingung orang tua dengan pandangannya.

Selama bertahun-tahun Susan Greenfield telah memperingatkan bahwa teknologi, media sosial dan video game merusak perkembangan otak. Dalam buku terbarunya Mind Change ia menautkan rentang perhatian yang pendek dan isolasi sosial dan bahkan autisme dengan munculnya internet.

Namun Profesor Bishop, Dr Bell, dan Dr Przybylski mengatakan bahwa tidak ada satupun bukti untuk mendukung klaim tersebut dan bahwa penelitian menunjukkan game bermanfaat otak bagi anak-anak (muda), sedangkan jaringan sosial membantu remaja membangun kelompok persahabatan.

Melalui penampilan, wawancara dan buku terbaru, Susan Greenfield telah mempromosikan ide bahwa penggunaan internet dan game komputer dapat memiliki efek yang merugikan pada otak, emosi dan perilaku. Namun,  panggilan untuk mempublikasikan klaim ini dalam peer review literatur ilmiah di mana peneliti klinis dapat memeriksa seberapa baik klaim didukung oleh bukti tidak pernah dipenuhinya sampai saat ini.

Menurut para pengkritiknya, Susan Greenfield telah berspekulasi bahwa interaksi online mungkin menjadi pemicu autisme atau ciri-ciri autis. Klaim ini tidak memiliki dasar bukti ilmiah dan sepenuhnya tidak masuk akal mengingat apa yang kita ketahui dari autisme merupakan kondisi perkembangan saraf yang dapat didiagnosis pada tahun-tahun prasekolah. Klaim tersebut menyesatkan publik, tidak menolong orang tua dan berpotensi stigma kepada orang-orang dengan autisme.

Greenfield, 63 tahun mengatakan bahwa ia terlalu sibuk untuk menanggapi komentar. Ia telah menyuarakan keprihatinan tentang bahaya teknologi di House of Lords (bagian dari parlemen Inggris) sejak tahun 2010. Ia mengklaim masalah ini hampir sama pentingnya dengan masalah perubahan iklim dan mengatakan bahwa kualitas keberadaan manusia terancam.

Ia memperingatkan bahwa menggunakan mesin pencari untuk menemukan fakta-fakta menghalangi kemampuan untuk belajar, sementara game komputer bisa membuat manusia lebih sembrono dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, meskipun telah menerbitkan makalah penelitian sebanyak 200 makalah, Susan Greenfield sama sekali belum melakukan penelitian sendiri tentang efek teknologi pada otak.

Satu hal yang patut dilihat bahwa internet dan game komputer memang memiliki sisi negatif jika digunakan terlalu banyak apalagi oleh anak-anak. Namun sampai di mana dampak negatif dari internet dan game komputer tersebut, apakah sangat merusak atau apakah hanya dampak kecil tentu terlebih dahulu harus ditemukan dengan penelitian ilmiah.

Sumber: The Telegraph