Facebook Harus Menindak Rasisme Lebih Serius

_69324447_facebookreuters

Masalah rasisme dan hate speech tidak hanya di Indonesia. Bila beberapa hari yang lalu dunia online Indonesia dikagetkan dengan postingan rasis yang melahirkan sebuah petisi, di Jerman hal seperti inipun terjadi di mana Facebook sebagai media yang mewadahinya diminta untuk lebih serius menindak postingan rasis tersebut.

Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas menginginkan Facebook untuk menghapus posting rasis yang menargetkan pencari suaka setelah beberapa serangan terhadap kamp pengungsi di Jerman selama seminggu terakhir.

Menurutnya, Facebook harus segera meninjau praktik ketika berhadapan dengan postingan.  Banyak pengguna telah mengeluh kepada kementerian kehakiman karena Facebook tidak menghapus posting xenophobia (ketidaksukaan yang tanpa alasan atau ketakutan berlebihan terhadap orang dari negara lain) bahkan setelah postingan ditandai dan direview dengan alasan bahwa komentar tidak melanggar standar komunitas tersebut.

Adalah sangat dimengerti bawah foto dari bagian tubuh tertentu secara otomatis dihapus karena masalah moral, namun sayangnya pernyataan rasis dan xenophobia tidak segera dihapus. Menurut Heiko Maas, jangan sampai ada toleransi keliru untuk pengguna yang ofensif memberitakan xenophobia dan rasisme.

Facebook mengatakan bahwa mereka memperhatikan kekhawatiran Heiko Maas secara serius serius dan menyambut kesempatan untuk bertemu. Facebook mengatakan bahwa di Facebook tidak ada tempat untuk rasisme. Konten tersebut jelas melanggar standar komunitas dan Facebook akan mendorong pengguna untuk tidak mencoba dan menggunakan platform Facebook untuk mendistribusikan hate speech.

Jerman bergulat dengan masalah kemungkinan kedatangan 800.000 orang melarikan diri dari perang dan kemiskinan pada tahun 2015. Jumlah ini setara dengan 1 persen dari populasi dan merupakan jumlah pengungsi terbesar yang masuk dalam hanya satu tahun sejak akhir Perang Dunia II.

Sekitar 20 bangunan yang ditunjuk sebagai pusat pengungsian sudah dibakar di negara itu tahun ini, termasuk dugaan pembakaran yang menghancurkan kompleks ruangan olahraga kosong untuk rumah pencari suaka sekitar 25 mil sebelah barat dari Berlin.

Perdebatan telah meluas ke Facebook dan situs media sosial lainnya, di mana postingan berkisar dari pengguna yang menawarkan bantuan dan perlindungan hingga komentar xenophobia yang mencela pengungsi sebagai parasit. Pembuat mobil mewah Porsche memberhentikan salah satu trainee mereka setelah ia menulis komentar kebencian di bawah postingan Facebook yang menunjukkan seorang gadis pengungsi Suriah.

Facebook, Twitter, dan Google kini berada di bawah tekanan dari pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan perang melawan kebencian pada platform mereka. Di Israel, juru bicara Knesset Yuli Edelstein meminta dan mendesak Chief Executive Officer Mark Zuckerberg menghapus komentar kebencian terhadap orang Arab dan Yahudi dari Facebook. Pemerintah Prancis meminta Facebook, Google dan Twitter untuk menghapus propaganda teroris setelah serangan terhadap majalah satir Charlie Hebdo.

Sumber: Bloomberg