Google Diperintahkan untuk Menghapus Link Terkait Hak untuk Dilupakan

15_inside_google_181010

Google telah diperintahkan oleh Information Commisioner’s Office (ICO) Inggris untuk menghapus sembilan link yang terkait dengan berita terkini tentang laporan yang lebih tua yang telah dihapus dari hasil pencarian karena berlakunya hak untuk dilupakan.

Mesin pencari Google sebelumnya telah menghapus link yang berkaitan dengan tindak pidana 10 tahun yang lalu oleh seseorang setelah permintaan yang dibuat berdasarkan hak untuk dilupakan berlaku. Penghapusan link tersebut dari hasil pencarian Google atas nama penggugat memacu lahirnya posting berita baru merinci penghapusan tersebut yang kemudian diindeks oleh mesin pencari Google.

Hal ini berarti Google tidak hanya diperintahkan untuk menghapus link utama yang diminta oleh penggugat, tetapi juga link-link berita lain yang hadir di kemudian hari yang memerinci tentang penghapusan link utama yang diminta oleh penggugat. Artinya hak untuk dilupakan berlaku lebih jauh dibandingkan sebelumnya.

Google sendiri telah menolak untuk menghapus link berita yang hadir belakangan tersebut termasuk rincian tindak pidana asli dengan alasan bahwa link berita baru tersebut merupakan bagian penting dari sebuah berita terbaru dan untuk kepentingan umum.

Google kini memiliki 35 hari dari tanggal 18 Agustus untuk menghapus link dari hasil pencarian untuk nama penggugat. Google memiliki hak untuk mengajukan banding ke General Regulatory Chamber terhadap perintah tersebut.

Wakil Information Commisioner’s Office (ICO) Inggris David Smith mengatakan bahwa putusan pengadilan Eropa tahun lalu adalah jelas bahwa link yang muncul dengan mencari nama individu tunduk pada aturan perlindungan data. Hal itu berarti mereka tidak harus mencakup informasi pribadi yang tidak lagi relevan.

Namun bila berita terbaru menyangkut berita lama tersebut juga dihapus sepertinya penggunaan hak untuk dilupakan telah diperluas dengan pemaksaan tertentu terhadap Google. Hal ini mungkin yang menjadi keberatan Google untuk mengikuti perintah tersebut.

Sumber: The Guardian