Kebijakan Nama Asli Facebook Melanggar Hukum Privasi

facebook-sign-89

Facebook telah diperintahkan untuk memungkinkan pengguna menggunakan nama samaran di Facebook oleh regulator Jerman.  Perintah tersebut lahir setelah regulator privasi di Jerman memutuskan bahwa kebijakan nama asli Facebook melanggar hak privasi.

Otoritas perlindungan data Hamburg mengatakan bahwa situs Facebook tidak bisa memaksa pengguna untuk memberikan ID resmi mereka seperti paspor atau kartu identitas, juga tidak bisa secara sepihak mengubah nama mereka sesuai nama asli di situs Facebook.

Pemaksaan kebijakan Facebook yang membatasi individu untuk hanya memiliki masing-masing satu akun dan mengharuskan akun tersebut dibuat di bawah nama asli mereka, sering menyebabkan akun yang diduga memakai nama samaran dikunci oleh Facebook sampai pemilik dapat membuktikan nama mereka atau bahkan namanya diubah secara sepihak oleh Facebook.

Johannes Caspar, komisioner untuk perlindungan data dan kebebasan informasi Hamburg mengatakan sebagai mana banyaknya keluhan lainnya terhadap Facebook, kebijakan nama asli Facebook tersebut menunjukkan bahwa Facebook ingin menegakkan kebijakan tersebut tanpa memperhatikan perundang-undangan nasional (suatu negara).

Johannes Caspar menambahkan bahwa keharusan menggunakan nama sebenarnya melanggar hak menggunakan nama samaran yang diabadikan dalam hukum Jerman, sedangkan permintaan untuk salinan digital dari ID foto resmi juga bertentangan dengan hukum paspor dan kartu ID. Selain itu, ia mengatakan bahwa modifikasi yang tidak sah dari nama samaran terang-terangan melanggar hak untuk informasi penentuan nasib sendiri dan merupakan pelanggaran yang disengaja dari Data Protection Act.

Facebook telah berulang kali bentrok dengan regulator data Eropa. Pada bulan Juni, komisi privasi Belgia membawa Facebook ke pengadilan atas kegiatan pelacakan pengguna.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook mengatakan bahwa Facebook kecewa kebijakan nama asli ditinjau kembali karena pengadilan Jerman telah meninjau (kebijakan tersebut) berkali-kali dan regulator telah menentukan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya sesuai dengan hukum perlindungan data yang berlaku di Eropa. Penggunaan nama otentik di Facebook melindungi privasi dan keamanan publik dengan memastikan dengan siapa mereka berbagi dan terhubung.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: BGR