Kurikulum Pelatihan HTML5 untuk Ibu Rumah Tangga Indonesia

coding

Dalam bidang teknologi, perempuan cenderung sering tertinggal. Padahal mereka memiliki potensi yang tidak kalah bagusnya dengan laki-laki. Ibu rumah tangga misalnya memiliki potensi waktu luang yang besar sehingga bisa melahirkan sumbangan untuk perekonomian digital Indonesia.

Peranan wanita, tidak saja di Indonesia di bidang teknologi memang cenderung rendah. Bahkan di negara-negara maju sekalipun peranan perempuan di bidang teknologi masih menjadi masalah. Untuk meningkatkan peranan perempuan ini, khususnya ibu rumah tangga, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dikabarkan tengah membuat kurikulum pelatihan bahasa teknis, khususnya yang berbasis HTML5.

Dengan memanfaatkan waktu luang yang dimiliki ibu-ibu rumah tangga, Bekraf berencana membuat pelatihan bahasa teknis, khususnya yang berbasis HTML5 . Pelatihan ini diharapkan dapat membantu memasok permintaan tenaga kerja dengan kemampuan pemrograman saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berlaku akhir tahun ini.

Menurut Kepala Bekraf Triawan Munaf, Bekraf merencanakan pembuatan kurikulum coding untuk ibu rumah tangga. Namun seperti apa kurikilum yang akan diajarkan masih digodok formulanya. Kurikulum tersebut memiliki fokus utama agar ibu-ibu rumah tangga bisa memahami dan mengaplikasikan bahasa HTML5.

Menurut Daily Social, idealnya kurikulum tersebut diberikan kepada anak-anak sekolah, namun menurut Triawan saat ini anak-anak sudah terlalu banyak dibebani oleh kurikulum yang sudah ada, sehingga menyulitkan penerapan pelajaran tambahan tersebut. Di sini peranan ibu-ibu rumah tangga, yang dianggap memiliki potensi besar, untuk menciptakan tenaga ahli baru yang menguasai sintaks HTML5.

Untuk mendukung rencana tersebut, Bekraf tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan, lembaga, hingga inkubator yang bersedia membantu memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu rumah tangga.

Triawan menargetkan kurikulum siap diimplementasikan akhir tahun ini di sejumlah lokasi tertentu. Nantinya proses pembelajaran bukan hanya terbatas pada teori, melainkan juga disediakan sarana untuk belajar, termasuk soal bandwidth Internet. Triawan sendiri belum memberikan gambaran jelas seperti apa calon peserta yang ideal untuk program ini.

Sumber: Daily Social

Sumber Foto: wearewhatsnext.com