Mozilla Kritisi Kurangnya Pilihan Browser di Windows 10

mozilla-ceo-exit-silicon-valley

Chief executive Mozilla Chris Beard beberapa waktu yang lalu menulis sebuah surat terbuka kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Surat tersebut mengkritik keputusan Microsoft yang menjadikan browser Edge sebagai default browser pada Windows 10, bahkan jika pengguna memperbarui sistem yang sebelumnya menggunakan Chrome atau Firefox sebagai default browser.

Chris Beard mengatakan bahwa ia sangat kecewa dengan keputusan tersebut dan menuduh Nadella telah menghapus pilihan yang dibuat pengguna sesuai dengan pengalaman internet yang mereka inginkan dan menggantinya dengan pengalaman internet Microsoft.

Meskipun secara teknis masih mungkin untuk mengembalikan pengaturan dan default sebelum update, namun hal tersebut membutuhkan lebih dari dua kali mengklik mouse, menggulir beberapa konten dan menggunakan beberapa kecapakan teknis yang merupakan hal yang sulit bagi pengguna  untuk mengembalikan kembali pilihan mereka sebelumnya.

Perubahan ini mengganggu karena ada jutaan pengguna yang menyukai Windows dan mereka yang memiliki pilihan diabaikan, serta karena peningkatan kompleksitas membuat banyak orang menyerah pada kondisi default.

Chris Beard mengatakan bahwa Mozilla  sangat mendorong Microsoft untuk mempertimbangkan kembali taktik bisnis mereka (dalam hal upgrade ke Windows 10) dan menghormati hak pengguna terhadap pilihan dan kontrol dari pengalaman online mereka.

Microsoft mengatakan bahwa prioritas Windows 10 adalah untuk membuat pengalaman upgrade yang sesederhana mungkin dan bahwa hal itu bertujuan untuk memberikan pengalaman kohesif selama upgrade.

Ini bukan pertama kalinya Microsoft menghadapi kontroversi atas keputusan untuk menginstal default browser pada Windows. Pada tahun 2009, Microsoft dituduh oleh Uni Eropa menyalahgunakan dominasinya untuk menahan pesaing dengan memaksa penggunaan browser Internet Explorer.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: Tech First