Pencurian Identitas, Penyakit Menular Sosial yang Tak Ada Obatnya

identity_theft_web_image

Jika Anda menggunakan Facebook, Anda telah berjasa membuat mudah pekerjaan pencuri identitas. Hal yang sama berlaku untuk seluruh media sosial apakah itu Twitter, Instagram, Reddit, Pinterest, YouTube, LinkedIn, atau bahkan Tumblr. Semakin banyak Anda menaruh update yang dapat dilihat secara terbuka oleh publik, semakin terbuka mosaik identitas pribadi Anda. Pekerjaan pencuri identitas sehari-hari adalah menyatukan mosaik yang menjadi versi yang bisa digunakan.

Perkembangan penyakit menular sosial pencurian identitas ini salah satunya disebabkan oleh praktik informasi pribadi yang tidak aman. Berbeda dengan berbagai praktik lainnya yang lebih akrab, di mana keselamatan diajarkan di sekolah, ditempelkan di papan komunitas perguruan tinggi dan digembar-gemborkan oleh media, tidak banyak orang yang hari ini memahami bagaimana untuk tetap seaman mungkin dari ancaman pencurian identitas, terutama online.

Praktik informasi pribadi yang tidak aman ini bisa dilihat ketika sangat banyak pengguna Facebook menghubungkan nomor ponsel mereka dengan akun Facebook mereka padahal tanpa dihubungkan pun layanan Facebook dapat digunakan dengan baik. Selain itu, kebanyakan pengguna Facebook jarang sekali melihat pengaturan privasi mereka, mencari informasi terkait dengan bagaimana data mereka digunakan, dengan siapa saja data tersebut dibagi dan banyak praktik lainnya.

Tentu tidak hanya di Facebook. Media sosial lainnya juga menjadi penyebab makin banyaknya pencurian identitas, namun sejauh ini yang paling dikritisi adalah Facebook karena menjadi tempat berinteraksi sekitar 1,4 miliar pengguna. Jumlah ini, jika sekitar 75% saja yang tidak menyadari betapa pentingnya menjaga privasi tentu akan sangat besar.

Tuntunan untuk menjaga informasi pribadi meski tidak begitu banyak, tetapi tetap ada. Sayangnya banyak pengguna internet memang sangat lalai dalam menjaga informasi pribadi mereka. Mereka sudah sangat senang dengan pengaturan default yang diberikan media sosial. Pengguna cenderung lebih memilih kenyamanan daripada menghitung risiko sehingga kampanye privasi cenderung jalan di tempat.

Nah jika demikian, bukan sesuatu yang mengherankan tingginya penularan penyakit pencurian identitas. Kini tidak butuh banyak keterampilan untuk melakukan profiling seseorang dari akun media sosial mereka. Semuanya diberikan cuma-cuma sehingga anak-anak pun dapat melakukan pencurian identitas online.

Sumber: Diadaptasi dari Huffington Post

Sumber Fotocmgdigital.com