Pernikahan Bubar karena Ashley Madison

7254ba7f-8a41-46b0-a359-932f1075f6c5-620x372

Perceraian Inggris diperkirakan meningkat setelah adanya hacking terhadap situs dewasa Ashley Madison yang datanya kemudian dibuka ke publik.

Nigel Shepherd, seorang partner di firma hukum keluarga Mills & Reeve, mengungkapkan bahwa wanita yang sudah menikah telah menghubungi (nya) setelah menemukan data pasangannya ada di antara jutaan akun yang dibocorkan oleh hacker.

Chris Longbottom, pimpinan hukum keluarga di Shoosmiths mengatakan bahwa perusahaannya telah menerima sekitar tiga panggilan sehari sejak hacker membuat tuntutan mereka bulan lalu dan ia mengharapkan akan lebih banyak panggilan yang datang setelah informasi/data tersebut dipublikasikan.

Layanan konseling hubungan (pernikahan) Relate, juga mengungkapkan bahwa mereka telah mulai menerima panggilan dari individu yang khawatir telah menemukan rincian pasangan mereka dalam data yang dipublikasikan tersebut.

Denise Knowles, seorang konselor di Relate mengatakan kebocoran menyebabkan  emosi yang sulit bagi mereka yang terkena dampaknya. Bahkan jika ada yang belum terkena dampak langsung, cakupan kebocoran data mungkin telah mendorong mereka untuk mulai mempertanyakan hubungan mereka dengan pasangan.

Akibat kebocoran data ini, Ashley Madison mungkin harus menghadapi klaim penggunanya di pengadilan. Lukas Scanlon, pengacara teknologi di Pinsent Mason, mengatakan bahwa hal yang menarik tentang kejadian ini adalah bahwa keputusan pengadilan terakhir di Inggris telah condong ke arah pandangan bahwa klaim dapat dibawa ke pengdilan ketika tidak ada kerugian keuangan yang terjadi, tetapi bila seseorang mengalami pengalaman buruk sebagai akibat dari pelanggaran data.

Dalam kasus Ashley Madison yang dilaporkan memiliki 1,2 juta pelanggan di Inggris, jika masing-masing pengguna mencoba untuk mengklaim sebanyak 1000 pound untuk kompensasi, maka jumlah klaim terhadap Ashley Madison bisa mencapai 1,2 miliar pound.

Sumber: The Telegraph