5,6 Juta Sidik Jari Pegawai Federal AS Dicuri

opmhack-640x360

Penyelidik federal telah meremehkan jumlah sidik jari yang dicuri dalam peristiwa pelanggaran data besar-besaran di Office of Personnel Management pada awal tahun ini. Pada awalnya penyelidik federal memperkirakan sebanyak 1,1 juta sidik jari pegawai federal AS yang dicuri. Namun kemudian lembaga tersebut mengumumkan sebanyak 5,6 juta sidik jari individu yang dicuri, hampir lima kali dari perkiraan awal.

Office of Personnel Management (OPM) pada dasarnya merupakan kantor sumber daya pemerintah federal terbesar, menemukan pelanggaran awal tahun ini yang memengaruhi hampir sebanyak 21 juta karyawan dan mantan karyawan serta calon karyawan, keluarga mereka dan orang lain yang diterapkan untuk investigasi latar belakang federal dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Pada saat itu diumumkan hanya 1,1 juta sidik jari yang dikompromikan.

Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah sidik jari yang dikompromikan, OPM tidak percaya bahwa sidik jari tersebut dapat digunakan untuk mengakses gedung pemerintahan atau perangkat.

Menurut OPM, ahli federal percaya bahwa saat ini kemampuan untuk menyalahgunakan data sidik jari terbatas. Namun, kemungkinan hal ini bisa berubah dari waktu ke waktu sebagaimana perkembangan teknologi.

Badan ini mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan sekelompok ahli dari badan pemerintah lainnya, termasuk FBI, DHS, DOD, dan anggota lain dari komunitas intelijen untuk meninjau cara-cara potensial di mana data sidik jari bisa disalahgunakan di masa depan.

Jika di masa depan terdapat sarana baru yang dikembangkan untuk menyalahgunakan data sidik jari, pemerintah akan memberikan informasi tambahan kepada individu yang sidik jarinya telah dicuri tersebut.

Sumber: Consumerist

Sumber Foto: Arstechnica