Badan Intelijen Jaring Data Ashley Madison yang Bocor

8361343_G

Badan-badan intelijen di seluruh dunia telah mulai menjaring data yang bocor dari situs perselingkuhan Ashley Madison yang di-hack untuk mengumpulkan informasi pribadi dan bahkan mungkin menggunakannya sebagai alat untuk melakukan pemerasan.

Agen badan intelijen Inggris telah memeriksa data yang bocor tersebut untuk melihat apakah staf mereka mengalami kerentanan, namun tidak hanya itu, mereka juga memeriksa data untuk target potensial badan intelijen. Jutaan akun di seluruh dunia yang rinciannya telah dicuri dan bocor mungkin termasuk mereka yang memegang tugas di daerah sensitif di pemerintah dan industri.

Sebuah sumber pemerintah (Inggris) mengatakan data yang telah dipublikasikan di dark web sedang diperiksa oleh badan intelijen Inggris. Data tersebut dianggap sebagai tumpukan informasi potensial oleh agen intelijen dari seluruh dunia.

Rincian kehidupan pribadi dan kebiasaan online juga bisa digunakan oleh intelijen untuk merencanakan cara mendekati mereka. Nigel Inkster, mantan asisten kepala MI6 mengatakan bahwa badan intelijen Inggris tidak terlibat dalam pemerasan, tetapi badan-badan intelijen lain bisa saja melakukannya.

Menurutnya, jika melihat seseorang sebagai target potensial intelijen, maka mengetahui sebanyak mungkin tentang apa yang hilang dari kehidupan mereka dan apa yang mereka lakukan untuk mengisinya adalah hal yang sangat penting.

Perlu diketahui, hacker yang menyebut diri mereka Impact Team, mencuri lebih dari 33 juta akun pengguna dari situs Ashley Madison yang berbasis di Kanada bulan lalu, termasuk rincian dari 1,2 juta warga Inggris. Sejumlah besar data, termasuk nama, email, alamat rumah, data keuangan, pesan dan bahkan fantasi seksual bocor ke dark web.

Polisi mengatakan kebocoran data tersebut yang telah menyebabkan upaya pidana untuk memeras uang dari pengguna. Hal ini juga menyebabkan dua orang telah melakukan bunuh diri, meskipun sampai sekarang belum dikonfirmasi.

Sumber: The Telegraph