Ditemukan Lubang Keamanan di WhatsApp versi Web

how-to-use-whatsapp-messenger

Sebuah kerentanan perangkat lunak telah ditemukan dalam aplikasi perpesanan populer WhatsApp berbasis web yang memungkinkan hacker mengelabui pengguna untuk mendownload malware pada PC mereka.

Perusahaan keamanan Check Point mengklaim telah menemukan kerentanan yang dapat membahayakan komputer sehingga memungkinkan hacker untuk mendistribusikan malware termasuk ransomware, bots, remote access tools (RATs) dan jenis lain dari kode berbahaya.

Ransomwear sebagaimana diketahui bisa memaksa korbannya untuk membayar uang tebusan untuk mendapatkan kembali akses ke sistem dan data mereka, bots menyebabkan sistem komputer melambat dan berjalan merangkak, dan remote access tools memberikan hacker akses remote ke PC korban.

WhatsApp baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mencapai 900 juta pengguna aktif per bulan dan setidaknya 200 juta pengguna diperkirakan menggunakan WhatsApp berbasis web.

Untuk menargetkan korbannya yang dibutuhkan penyerang adalah nomor telepon yang dikaitkan dengan akun mereka. Dengan mengirimkan kartu kontak vCard yang tampaknya tidak bersalah, namun mengandung kode berbahaya, penyerang membujuk korban untuk membukanya dan mulai men-download malware ke PC mereka.

WhatsApp telah memverifikasi dan mengakui masalah keamanan tersebut dan telah memberikan perbaikan untuk web klien di seluruh dunia yang mulai bergulir pada 27 Agustus yang lalu. Semua versi WhatsApp Web setelah v0.1.4481 berisi perbaikan untuk kerentanan tersebut.

Check Point mengatakan bahwa pengguna harus memperbarui perangkat lunak web WhatsApp mereka segera dan menghapus cache browser mereka untuk memastikan bahwa patch diterapkan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: heavy.com