Inggris akan Kehilangan 11 miliar pound Jika Tanpa Google

Google-Search-Tips-Internet-Users

Berbagai negara kini menjadi sensitif terhadap kehadiran Google di negara mereka. Banyak yang berusaha melawan penguasaan Google dengan membawa kasus ke pengadilan. Namun Google punya cara sendiri untuk menunjukkan kontribusi mereka ke perekonomian suatu negara dengan merilis data.

Baru-bari ini di Inggris Google memberikan data banyaknya kehilangan yang akan dirasakan perekonomian Inggris jika Google tidak ada, yaitu antara 11 miliar hingga 28 miliar pound. Dalam sebuah laporan baru yang disusun oleh perusahaan akuntansi Deloitte Google membeberkan kontribusi mereka terhadap perekonomian Inggris, termasuk penciptaan setidaknya 210.000 pekerjaan.

Menurut Google, banyak peran baru dalam iklan digital dan optimasi mesin pencari mungkin tidak akan terjadi tanpa munculnya Google. Google telah sedemikian berperan dalam membantu bisnis Inggris untuk melakukan ekspor dan berinovasi di dalam negeri. Laporan tersebut menyatakan enam bidang utama di mana Google membuat Inggris memiliki keunggulan kompetitif, yaitu sebagai berikut.

  1. Produk pencarian dan iklan Google memungkinkan brand untuk berhubungan dengan konsumen di seluruh dunia, merangsang pendapatan ekspor.
  2. Pembuata konten dapat menggunakan layanan distribusi konten Google untuk menjangkau audiens yang lebih besar dan membuat uang secara online.
  3. Merek, lembaga dan penerbit iklan bisa menghasilkan uang melalui layanan iklan display Google.
  4. Melalui platform Google Android, pengembang aplikasi smartphone terhubung ke miliaran konsumen.
  5. Bisnis memperoleh manfaat dari produktivitas Google office suite berbasis cloud mulai dari Gmail hingga Google Docs.
  6. Inisiatif digital Google membantu bisnis, pengusaha dan mahasiswa untuk meningkatkan melek digital mereka

Menurut Google, dampak positif dari usahanya di Inggris jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif. Namun hal tersebut tentu menurut Google, sedangkan menurut pihak lain mungkin saja bertolak belakang.

Hal ini terkait dengan penguasaan Google di mesin pencari dan smartphone berbasis Android. Banyak pihak khawatir bila penguasaan tersebut disalahgunakan oleh Google untuk meminimalisasi pesaing seperti banyak dituduhkan di negara-negara Eropa.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: Reuters