Kekhawatiran terhadap Privasi Anak di Aplikasi dan Situs

rsz_file_108375_0_101006-gril-bed-texting

Mengingat teknologi pelacakan canggih tertanam ke dalam sedemikian banyak produk dan jasa digital tidaklah mengejutkan bahwa audit privasi global terhadap website dan aplikasi anak-anak telah menunjukkan kekhawatiran besar tentang pengumpulan dan penggunaan data anak-anak meskipun hal tersebut tidak  dapat diterima.

Global Privacy Enforcement Network, sebuah jaringan global regulator privasi melakukan proyek penelitian bersama pada bulan Mei yang lalu yang melibatkan sebanyak 29 regulator perlindungan data untuk melihat 1.500 website dan aplikasi yang ditargetkan atau populer dengan anak-anak.

Di antara temuan mereka adalah sebagai berikut.

1. 67% dari situs/aplikasi yang diperiksa mengumpulkan informasi pribadi anak-anak.

2. Hanya 31% dari situs/aplikasi yang memiliki kontrol yang efektif untuk membatasi pengumpulan informasi pribadi dari anak-anak.

3. Setengah dari situs/aplikasi yang diperiksa berbagi informasi pribadi dengan pihak ketiga.

4. 22% dari situs/aplikasi memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memberikan nomor telepon mereka dan 23% dari situs/aplikasi memungkinkan mereka untuk menyediakan foto atau video.

5. 58% dari situs/aplikasi yang ditawarkan kepada anak bisa diarahkan  ke situs web yang berbeda.

6. Hanya 24% dari situs/aplikasi yang mendorong keterlibatan orang tua. 71% dari situs/aplikasi tidak menawarkan sarana akses untuk menghapus informasi akun.

Temuan per negara bervariasi. Lembaga perlindungan datan Prancis, CNIL mengatakan bahwa ditemukan 87 persen dari 54 situs yang diteliti mengumpulkan data pribadi, seperti nama, email, alamat IP, mengidentifikasi terminal mobile dan lokasi pengguna.

Lebih dari 63 persen dari situs anak bisa diarahkan ke website lain (termasuk situs web komersial) dengan satu klik. Sementara hanya 18 persen dari subset dari situs tersebut yang menggunakan prompt pengguna  untuk meminta persetujuan orang tua untuk mengakses konten.

Sebenarnya, tak satu pun dari hasil temuan tersebut yang mengejutkan, mengingat teknologi pelacakan dikembangkan secara sembarangan untuk menguangkan layanan gratis melalui penargetan iklan.

Namun tentu seharusnya para pemangku kepentingan khawatir dengan pengumpulan data anak-anak secara masif tersebut. Demikian juga orang tua, seharusnya dengan adanya fakta ini memberikan peringatan kepada anak untuk tidak sembarangan mengakses situs dan menggunakan aplikasi.

Sumber: TechCrunch