Lindungi Diri Anda dari Penipuan SIM Swap

1442825292833

Ponsel makin menjadi alat yang umum untuk transaksi perbankan. Banyak sekali nasabah bank menggunakan ponsel untuk melakukan transfer, mengisi pulsa dan banyak kegiatan lainnya. Hal ini tentu saja sangat menarik bagi para penjahat sehingga mereka mulai menaruh perhatian dan berupaya merebut kendali dari nomor telepon untuk masuk ke rekening bank pengguna.

Scammer mencoba untuk mentransfer dana yang terkait dengan rekening bank secara online melalui SIM Swap. SIM Swap adalah proses membatalkan kartu SIM yang terkait dengan korban dan kemudian mengaktifkan yang baru pada ponsel sehingga nomor rekening tersebut berada di dalam kendali para penjahat.

Hal ini berarti semua panggilan dan teks ke nomor korban diarahkan ke telepon penjahat (karena nomor sebelumnya sudah dibatalkan) sehingga mereka dapat mengaktifkan kode atau otorisasi yang diperlukan untuk melakukan transfer bank online, seperti PIN atau password satu kali.

Semua yang diperlukan oleh penipu hanya mengaku sebagai korban ke operator telepon dan melaporkan telepon mereka hilang atau rusak dengan informasi pribadi tentang korban yang bisa diperoleh hacker dengan mudah melalui media sosial.

Menurut seorang korban, yaitu Emma Frank, Vodafone hanya meminta penipu (yang mengaku dirinya)  untuk nama lengkap, alamat dan tanggal lahir. Data seperti ini sangat umum di internet dan dapat diperoleh dengan mudah. Setelah berpura-pura menjadi Emma Frank, penipu tersebut mampu mencuri 1.500 pound dari rekening banknya dalam beberapa hari. Beberapa nasabah bank di Afrika Selatan dilaporkan telah kehilangan hingga sekitar 30.000 euro dalam beberapa kasus penipuan SIM Swap.

Dalam penipuan jenis hacker tidak perlu memiliki akses ke rincian bank korban, baik melalui serangan phishing di mana pengguna  menyediakan informasi bank melalui email atau dengan membeli melalui geng kejahatan online. Hanya dengan berpura-pura menjadi korban dan mengaku ponsel hilang atau rusak ke operator telepon, penipu dapat menguras uang korbannya dengan mudah.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: EE