Maraknya Aplikasi Anonim

167684-arielle6pm-640x360

Pengguna internet saat ini sangat mobile. Sebagian besar pengguna kini lebih sering menggunakan smartphone dibandingkan dengan desktop. Dengan demikian, pengguna lebih sering menggunakan aplikasi. Namun demikian, pengguna kini juga tidak sembarangan menggunakan aplikasi. Mereka cenderung tetap ingin bersuara, tetapi kalau bisa anonim sehingga aplikasi anonim kini menjadi pilihan banyak pengguna.

Salah satu aplikasi anonim yang cukup populer adalah Yik Yak. Aplikasi Yik Yak ini diciptakan paada tahun 2013 dan pada tahun 2014 digunakan di lebih dari 1.000 perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia, menurut pendirinya Tyler Drolla dan Brooks Buffington.

Setelah penciptaan Yik Yak, tren baru muncul, yaitu mahasiswa ingin berbagi pendapat mereka, tetapi tidak ingin nama mereka melekat pada pendapat tersebut. Tren ini ditanggapi oleh aplikasi yang dikenal sebagai Whatsgoodly. Whatsgoodly adalah aplikasi polling anonim berbasis lokasi yang diciptakan pada tahun 2014 yang memungkinkan orang untuk membuat pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda dan melihat statistik tentang tanggapan tanpa atribusi apapun.

Banyak mahasiswa mengungkapkan minat dalam aplikasi anonim yang telah terlebih dahulu dirilis tua misalnya Whisper di mana orang-orang anonim di daerah yang sama berbagi pikiran mereka dan suka dan membalas postingan orang lain.

David Ryan Polgar, ahli gaya hidup digital, mengatakan bahwa pergeseran aplikasi dan media sosial ke aplikasi anonim merupakan cara menjaga gerakan aneh internet. Menurutnya, bagi banyak orang, platform media sosial utama sudah kehilangan senses of surprise sehingga sangat membosankan.

Ia percaya bahwa aplikasi anonim merupakan add-on untuk kehidupan sosial seseorang dan bukan mengganti aplikasi media sosial lainnya yang sudah ada seperti Facebook dan Twitter.

Maraknya aplikasi anonim kemungkinan besar sebagian reaksi terhadap banyaknya reputasi yang hancur oleh tweet yang tidak lcu atau foto sensitif yang dibagi secara online. Milenial secara khusus diberitahu tentang bahaya apa yang mereka posting secara online, dan pentingnya membentuk jejak digital yang positif. Aplikasi anonim menawarkan outlet menarik dengan bahaya yang kurang.

Kristen Gardner, seorang mahasiswa di University of Pittsburgh, setuju dengan hal tersebut di atas. Ia mengatakan mahasiswa khawatir tentang apa yang mereka posting secara online karena hal tersebut dapat ditelusuri kembali kepada mereka sehingga bisa saja menghancurkan reputasi mereka.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: wral.com