Perempuan Dipenjara karena Balas Dendam Porno

t1larg.cyber.bullying.gi

Pelaku balas dendam porno kini tidak lagi hanya laki-laki. Seorang perempuan telah dihukum penjara selama enam minggu karena balas dendam porno untuk pertama kalinya di bawah hukum Inggris yang baru. Kasus ini menyoroti sejumlah motivasi yang berbeda di balik kejahatan posting gambar eksplisit secara online tanpa persetujuan.

Hukum balas dendam porno tersebut berlaku mulai bulan April yang lalu dan sejak itu beberapa orang telah dihukum karena kejahatan yang melibatkan posting gambar eksplisit secara online tanpa persetujuan dari orang yang ditampilkan di dalamnya.

Paige Mitchell, 24 tahun nama perempuan tersebut dinyatakan bersalah karena memposting empat foto eksplisit pacarnya di Facebook. Foto tersebut sebelumnya telah dikirimkan kepadanya oleh korban selama mereka berhubungan. Mitchell memposting foto eksplisit tersebut karena cemburu melihat pacarnya bersama perempuan lain.

Paige mengklaim bahwa ia sudah menghapus foto tersebut setengah jam setelah diposting setelah ibunya mengatakan kepadanya bahwa hal tersebut melawan hukum. Korbannya mengatakan bahwa orang-orang yang ia tidak ingin melihat tubuhnya kini bisa melihat, ini membuatnya merasa malu untuk berjalan-jalan.

Kasus ini memperlihatkan bahwa balas dendam porno tidak selalu kasus marahnya mantan pacar (laki-laki) sehinga mempermalukan mantan pacarnya (yang perempuan) secara online. Kasus Ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa jadi pelaku balas dendam porno.

Laura Higgins, manajer Helpline balas dendam porno pemerintah Inggris, mengatakan bahwa mereka telah menerima hampir 1.900 panggilan sejak Helpline yang diluncurkan pada Februari tahun ini. Dari kasus yang dilaporkan terdapat banyak  perempuan yang menjadi pelakunya.

Dalam beberapa kasus, korban-korban mereka adalah laki-laki. Dalam jumlah yang lebih sedikit, kejahatan balas dendam porno terjadi dalam hubungan lesbian. Namun mayoritas cenderung wanita melakukan balas dendam porno terhadap perempuan lain yang bahkan mereka tidak tahu.

Hal ini cenderung terjadi dalam konteks seorang wanita memulai hubungan baru dengan seorang pria dan melihat pacarnya tersebut. Ia kemudian menemukan gambar eksplisit mantan dari pacarnya yang sekarang, dan mempostingnya secara online. Namun hal tersebut tentu tetap tidak bisa dibenarkan sehingga pelakunya bisa dikenakan hukuman karena balas dendam porno.

Sumber: The Telegraph