Smartphone Dapat Merusak Anak-anak, Tetapi ….

kids_261808046851_640x360

Kesimpulan dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Derby mengatakan bahwa smartphone secara psikologis adiktif, mendorong kecenderungan narsis dan penggunaannya harus dengan peringatan kesehatan.

Namun bisa lebih buruk dari hal tersebut di atas. Kecanduan smartphone bisa merusak standar pendidikan dan memperburuk ketidaksetaraan. Teknologi digital canggih saat ini merupakan komponen sehari-hari di kelas dan di masyarakat, tetapi kita perlu berpikir jauh lebih cerdas tentang dampak jangka panjang.

Berdasarkan penelitian, secara khusus, anak-anak mengalami kesulitan serius saat berbicara dan bahasa. Banyak pihak yang menyalahkan smartphone sebagai sebab makin sulitnya anak-anak berbicara dan berbahasa atau berkonsentrasi dengan baik karena mereka kini terpaku secara pasif ke smartphone.

Menyalahkan smartphone sebagai penyebab menurunnya kemajuan pendidikan anak-anak adalah cara pintar untuk berkelit dari permasalahan sesungguhnya. Sebagai benda mati, smartphone sangat tergantung kepada penggunanya sehingga ketika anak-anak memegang smartphone dan kecanduan dengan smartphone, yang disalahkan seharusnya bukanlah smartphone tersebut, namun orang tua yang memberikan smartphone sehingga anak bisa menggunakannya.

Lebih jauh lagi, zaman sekarang ini, pola pengasuhan anak yang jelek lebih berkontribusi terhadap perilaku dan perkembangan anak dibandingkan dengan smartphone. Orang tua tidak bisa menutup mata bahwa mereka seringkali merasa senang karena tidak lagi diganggu anak setelah memberikan smartphone. Memberikan akses ke smartphone atau membelikan smartphone sepertinya menjadi jawaban orang tua atas perilaku anak yang kurang disukai sekaligus cara berlindung orang tua dari permasalahan sebenarnya. Pola pengasuhan seperti inilah yang menjadi sumber masalah sebenarnya.

Kita perlu mengingat bahwa anak cenderung lebih suka meniru perilaku orang tua. Ketika orang tua kecanduan smartphone dan mengakses smartphone kapan saja dan di mana saja sehingga tidak ada waktu untuk berbicara dengan anak, anak akan meniru perilaku tersebut. Pola pengasuhan yang jelek ini sangat berkontribusi terhadap perilaku anak sehingga membuat anak juga kecanduan smartphone.

Anak akan punya anggapan bahwa penggunaan smartphone berjam-jam adalah hal yang biasa karena mereka melihat orang tuanya melakukan hal tersebut.

Untuk itulah pentingnya bagi orang tua untuk menahan diri dari menggunakan smartphone ketika mereka berada di rumah. Berikanlah contoh bahwa penggunaan smartphone harus memiliki waktu tertentu. Biasakanlah berbicara dan berdiskusi dengan anak. Matikan smartphone ketika berada di rumah dan hanya mengaksesnya ketika anak tidak berada di sekitar orang tua.

Pola pengasuhan anak yang baik ini akan melahirkan anak-anak yang kuat meskipun berbagai macam gadget datang dan pergi selama kehidupan mereka. Smartphone memang dapat merusak anak-anak, tetapi pola pengasuhan anak yang jelek merupakan sumber permasalahan yang terlebih dahulu harus diselesaikan sebelum menyalahkan smartphone atau anak-anak.

Sumber: diadaptasi dari The Telegraph

Sumber Foto: firstpost.com