Wajarkah Melacak Pasangan dengan Teknologi?

stalker-iphone

Pelacakan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah melalui intel mereka. Namun mungkin saja oleh pasangan Anda sendiri. Masalahnya apakah Anda menerima atau menganggap wajar pelacakan yang dilakukan oleh pasangan Anda tersebut?

Sebuah studi terhadap orang-orang muda di Australia menunjukkan sikap yang mengejutkan terhadap teknologi dan privasi terkait dengan pelacakan tersebut.

Hampir setengah dari 1.923 orang yang disurvei yang berusia antara 16 hingga 24 tahun dapat menerima pelacakan yang dilakukan oleh pasangan  mereka dengan ponsel atau dengan menginstal perangkat lunak pelacakan. Temuan ini adalah salah satu temuan dari studi nasional yang dilakukan oleh VicHealth di Australia dengan tujuan untuk mencari tahu kekerasan terhadap perempuan.

Meskipun 84% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa pelacakan pasangan dengan perangkat elektronik  tanpa sepengatahuan mereka merupakan hal yang serius, 46% dari mereka mengatakan bahwa dalam beberapa kasus hal tersebut dapat diterima.

Saat ini ada banyak cara untuk melacak orang secara online dengan atau tanpa sepengetahuan mereka. Toko aplikasi seperti Google Play atau App Store memiliki bermacam aplikasi pencarian yang ditujukan untuk orangtua yang ingin melacak anak-anak mereka. Orangtua dapat melihat di mana mereka setiap saat, ketika mereka mematikan telepon mereka dan membaca semua pesan SMS.

Temuan lain dari studi tersebut menunjukkan kekhawatirkan terhadap hubungan orang-orang muda. Sebanyak 20% dari yang disurvei mengatakan bahwa perempuan sering mengatakan Tidak untuk aktivitas seksual padahal sebenarnya mengatakan Ya dan 18% mengatakan jika seorang perempuan diperkosa di bawah pengaruh obat atau alkohol hal tersebut sebagian menjadi tanggung jawab mereka mereka.

Hal ini sebenarnya tidak hanya fenomena di Australia. Sebuah studi pada tahun 2013 terhadap orang dewasa di Inggris menunjukkan bahwa 62 persen pria dan 34 persen wanita telah melacak pasangan mereka saat ini atau mantan mereka melalui telepon tanpa sepengetahuan mereka.

Namun, melakukan pelacakan adalah hal yang berisiko. Sebanyak 31% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka akan mempertimbangkan mengakhiri hubungan jika mereka menemukan pasangan melakukan pelacakan melalui telepon tanpa sepengetahuan mereka.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: Arstechnica