1 dari Empat Orang Inggris Tidak Memiliki Keterampilan Dasar Online

102206540_d1

Keterampilan dasar online ternyata tidak hanya rendah di negara sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara maju seperti Inggris. Menurut laporan terbaru digital knowledge of UK adults terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan online  secara regional. Mereka yang ada di London, Skotlandia dan East Anglia merupakan orang yang paling cerdas secara digital dibandingkan dengan orang di Wales yang memiliki keterampilan online paling rendah.

Penelitian yang dilakukan oleh oleh Go On UK ini mengungkapkan sekitar 12 juta orang atau hampir satu dari empat orang dewasa Inggris tidak memiliki keterampilan dasar online.

Penelitian tersebut menguji orang dengan lima kemampuan dasar penting, yaitu managing information, communicating, transacting, problem-solving dan creating. Daerah dengan tinkat pengecualian digital (tingkat keterampilan dasar digital rendah) lebih tinggi terutama ada di Wales dan daerah terpencil Skotlandia.

Daerah Conwy, Isle of Anglesey, Shetland dan Orkney Islands, dan Dataran Tinggi Skotlandia semua memiliki angka tinggi pengecualian digital. Selatan Inggris memiliki tingkat tertinggi inklusi digital (keterampilan dasar digital tinggi), dengan Woking, Guildford dan Slough berkinerja baik. Demikian juga kota London. Westminster, memiliki tingkat akses lebih tinggi dari daerah Wales dengan hanya 8,8 persen orang dewasa yang tidak pernah online.

Meskipun remaja menghabiskan rata-rata 27 jam seminggu secara online, penelitian ini menemukan satu dari empat orang tidak memiliki keterampilan dasar online. Kategori penyelesaian masalah (problem solving) merupakan kategori di mana kebanyakan orang mengalami kesulitan dengan 20 persen tidak mampu memecahkan masalah dengan bantuan internet.

Sebanyak 27 persen orang dewasa Inggris tidak bisa membeli dan menginstal aplikasi, 28 persen tidak dapat memecahkan masalah dengan menggunakan bantuan online, sedangkan 43 persen tidak dapat membuat sesuatu yang baru dari foto, musik atau video online.

Bila penelitian serupa dilakukan di Indonesia, hasilnya bisa ditebak lebih tinggi. Dengan koneksi internet yang lebih buruk dan tidak adanya kemauan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya keterampilan online publik, jumlah penduduk yang tidak memiliki keterampilan dasar online akan sangat banyak.

Sumber: The Telegraph