China Tangkap Hacker atas Perintah AS

Identity-Theft-Victims-Should-Know-How-To-Prove-Themselves-640x425

Otoritas China telah menangkap tersangka hacking di Cina atas perintah pemerintah AS. Peristiwa penangkapan ini belum pernah terjadi sebelumnya karena hubungan China dan AS yang tidak begitu baik.

Di awal September yang lalu, tak lama sebelum kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington, pemerintah China telah menangkap beberapa hacker yang tidak disebutkan jumlahnya. Penangkapan ini ditujukan untuk memberikan itikad baik dan agar AS melunak atas kemungkinan sanksi ekonomi yang akan diberikan terhadap Cina.

Pemerintah AS telah mengeluh selama bertahun-tahun bahwa hacker yang disponsori negara dari China telah menggeledah perusahaan teknologi AS untuk mencuri rahasia yang selanjutnya diserahkan kepada perusahaan China. Hacker yang diduga disponsori oleh pemerintah China tersebut menyerang sektor kedirgantaraan dan kontraktor militer dan banyak sektor lainnya.

China selalu bersikeras tidak terlibat dalam pencurian rahasia komersial. Namun, hanya sedikit ahli INFOSEC independen percaya penolakan China tersebut karena beratnya bukti hacking oleh PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) dan unsur-unsur lain dari negara China.

Intelijen dan lembaga penegak hukum AS kemudian dilaporkan mengumpulkan daftar dari hacker yang ingin mereka tangkap. China tampaknya menanggapi hal tersebut dan menangkap beberapa tersangka yang tidak diketahui jumlahnya. Rincian berapa banyak mereka yang ditangkap dan apa tuduhan atas penangkapan tersebut juga belum jelas.

Penangkapan hacker China atas permintaan pemerintah AS tersebut adalah sesuatu yang baru karena sejauh ini AS mengklaim bahwa mereka selalu diserang oleh hacker yang kemungkinan disponsori oleh pemerintah China. Beberapa perusahaan teknologi AS juga mengalami serangan hacking yang ditelusuri berasal dari China dan kemungkinan disponsori negara.

Sumber: The Register