Data Overload Membuat Stress

Free-Online-Psychic-Reading-Chat_Free-Online-Psychic-Reading

Ingin tahu apa itu supermoon? Google memiliki jawabannya. Ingin tahu apa yang teman Anda pakai untuk makan malam? Facebook bisa memberi tahu dengan tepat.

Kini begitu mudah untuk mendapatkan informasi. Secara harfiah informasi kini ada di ujung jari kita dan telah menjadi normal mengetahui lebih banyak tentang kebiasaan sehari-hari orang asing di internet daripada apa yang orang terdekat dan tersayang lakukan.

Kita tampaknya bersemangat untuk menyemplung ke informasi yang luar biasa besarnya di era digital yang ditawarkan Facebook yang memiliki lebih dari satu miliar akun yang terdaftar dan Twitter sekitar 316 juta rekening aktif per bulan.

Namun hal tersebut bukan tanpa risiko. Kelebihan informasi tersebut tampaknya juga menjadi salah satu iritasi terbesar kehidupan modern. Banyak manajer bisnis mengeluh adanya penurunan produktivitas dan banyak yang lain telah menyuarakan keprihatinan atas dampak kesehatan karena tidak pernah keluar dari internet.

Hal ini senada tersebut dengan temuan terbaru oleh analis informasi Esri Inggris yang menunjukkan semuanya sudah menjadi terlalu banyak. Lebih dari sepertiga dari yang disurvei merasa stress dengan informasi yang mereka terima.

Menurut penelitian Esri, manusia kini mengalami data overload dan harus berjuang untuk mengatasi banyaknya email dan koneksi di media sosial yang selalu terhubung. Budaya digital ini memengaruhi hubungan di tempat tidur. Sebanyak 44 persen mengakui hal tersebut dalam survei Esri. Efek yang paling umum termasuk menjadi gelisah, cemas atau tidak bisa bersantai dilaporkan dialami 36 persen dari mereka yang disurvei.

Anehnya, banjir informasi sehari-hari juga telah membuat pengguna tidak dapat menyerap informasi dengan mudah. Hal ini diakui oleh 34 persen dari 1.000 orang yang disurvei di seluruh Inggris.

Sekitar dua pertiga dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa kebutuhan untuk membaca dan melacak informasi dari sumber yang terlalu banyak adalah perhatian utama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Untuk solusinya, sebanyak 44 perse benar-benar mematikan perangkat, 14 persen bahkan mengatakan mereka menyembunyikan perangkat mereka untuk menghindari memeriksa mereka.

Ternyata informasi yang datang bertubi-tubi dari berbagai sumber membuat stress dan bahkan kemudian menjadi sulit untuk menyerap informasi tersebut.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: CNN