Data Pelanggan TalkTalk Berisiko setelah Serangan Cyber

Investing-in-Cyber-Security-CHKP-CSCO-PANW-640x360

Polisi sedang menyelidiki serangan cyber signifikan dan berkelanjutan di situs TalkTalk yang bisa membuat kartu kredit pelanggan dan rincian pribadi lainnya berada dalam risiko.

TalkTalk merupakan penyedia layanan telekomunikasi yang memiliki 4 juta pelanggan di Inggris. Serangan ini adalah kedua kalinya dalam 12 bulan terakhir yang membuat pelanggan TalkTalk terkena pelanggaran data.

TalkTalk mengatakan bahwa mereka terus bekerja dengan spesialis cyber crime terkemuka dan kepolisian untuk memastikan apa yang sebenarnya yang terjadi dan sejauh mana informasi diakses. Chief executive TalkTalk, Dido Harding mengatakan bahwa mereka memperhatikan ancaman terhadap keamanan data pelanggan sangat serius, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memahami apa yang telah terjadi.

Pada Desember 2014 perusahaan mengatakan melakukan investigasi apakah database pelanggan telah bocor setelah lebih 100 pelanggan mengatakan bahwa mereka telah menerima panggilan dari scammer yang berasal dari India yang mengutip nama, alamat dan rincian rekening.

Puluhan pelanggan telah ditipu dan ribuan pound telah ditarik oleh penipu yang berpura-pura menjadi staf TalkTalk. TalkTalk menolak untuk menerima tanggung jawab dalam kasus tersebut dan bank juga menolak untuk mengembalikan jumlah yang diambil penipu.

Penyedial layanan broadband dan telepon tersebut mengatakan pada bulan Februari 2015 bahwa kontraktor pihak ketiga yang memiliki akses yang sah ke rekening pelanggan telah terlibat dalam pelanggaran data. TalkTalk telah melakukan tindakan hukum terhadap pemasok, meskipun kontraktor tersebut berbasis di India.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: capitalcube.com