Data Pelanggan yang Dicuri Dijual di Dark Web

scammers_t658

Pencurian data kini bukan sesuatu yang istimewa lagi. Kini hampir setiap saat terjadi pencurian data sehingga bila ada kejadian serupa sangat mudah untuk mengabaikan pencurian terbaru tersebut, termasuk pencurian data pribadi 15 juta pelanggan T-Mobile dari server organisasi pengecekan kredit Experian.

Namun, sekadar untuk memberikan awareness, ternyata data pribadi yang dicuri dari server dari biro kredit Experian tersebut sudah muncul untuk dijual di dark web. Hal ini diungkapkan oleh sebuah startup keamanan Trustev, asal Irlandia.

Menurut Trustev, mereka melihat listing Fullz, data yang cocok dengan jenis yang sama dari informasi yang baru saja keluar dari hack Experian. Fullz adalah istilah slang yang digunakan oleh hacker dan data broker untuk merujuk ke paket yang penuh dengan informasi identitas pribadi seseorang. Paket data tersebut biasanya meliputi nama individu, nomor jaminan sosial, tanggal lahir, nomor rekening, dan data lainnya.

Menurut Experian tidak ada kartu pembayaran atau informasi perbankan diperoleh hacker, tetapi hal tersebut belum tentu data paling sensitif yang Anda miliki. Experian adalah lebih dari sekedar sebuah lembaga pemerikasa kredit. Experian juga salah satu broker data yang terbesar di dunia, sebuah perusahaan yang melacak, mengumpulkan dan menyusun data pribadi tentang individu di seluruh dunia dan mengemasnya sebagai produk dijual ke penawar tertinggi.

Bahayanya di sini adalah bukan hanya pencurian identitas, tetapi ada juga kemungkinan bahwa ini bisa cross-referenced dengan paket data yang lebih sensitif seperti catatan kesehatan atau informasi genetik yang biasanya tidak memiliki nama yang melekat pada mereka. Hasil dari data kesehatan atau data genetik yang dicuri adalah memiliki konsekuensi jauh lebih luas daripada identitas keuangan, dimulai dengan pemerasan sederhana.

Sumber: The Telegraph